Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Epidemiolog Cermati Tawaf Jemaah Haji Berjarak di Ka'bah

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo mencermati pelaksanaan tawaf berjarak yang dilakukan jemaah ketika mengelilingi Ka'bah untuk menunaikan ibadah haji dan menghindari penularan virus corona.

Pernyataan itu merujuk pada sebuah video yang diunggah akun @hsharifain di media sosial Twitter pada Rabu (29/7) yang memperlihatkan para jamaah Haji mengelilingi Kabah.

 

 

 

"Kecepatan antar orang itu yang harus diperhatikan, jadi jangan sampai ada yang lebih lambat atau lebih cepat. Karena kalau ada yang lebih lambat atau lebih cepat, pasti pada berdekatan," kata Windhu saat dihubungi

Kamis (30/7).

Selain itu, sang askar atau penjaga kawasan Ka'bah juga harus mengawasi pergerakan para jamaah. Menurut Windhu, jarak antar jamaah itu idealnya dua meter.

Lalu Windhu pun memuji kegiatan Tawaf yang dilakukan di luar ruangan bukan di ruangan tertutup karena dinilai relatif lebih aman.

"Cuma tetap yang harus diperhatikan kecepatan harus sama antar jamaah itu, begitu ada kecepatan yang berbeda, pasti berpengaruh karena akan ada kerapatan. Nah itu yang agak sulit," ujarnya.

Lebih lanjut, askar atau penjaga juga perlu mengawasi kecepatan para jamaah saat melakukan ritual Sa'i. Sa'i adalah salah satu kewajiban saat melakukan ibadah haji dan umroh yang dilakukan sembari berlari kecil. 

"Peranan askar di sini penting untuk mengatur kecepatan, pokoknya jangan sampai ada yang memperlambat atau jangan mempercepat. Jadi, semua harus disiplin dalam kecepatan" kata Windhu.

Jemaah lanjut usia

Menurut Windhu, berdasarkan literatur, jamaah haji tahun ini hanya diperbolehkan jumlahnya seribu orang. Tetapi, tidak semua jamaah bisa melakukan Tawaaf, jumlahnya mesti diatur juga kata Windhu.

Keseribu jamaah tersebut merupakan warga lokal atau ekspatriat dan mayoritas jamaah berusia lebih muda dan memiliki riwayat kesehatan yang bagus.

Jemaah yang sudah lanjut usia tidak diperbolehkan melakukan ibadah karena dikhawatirkan dengan mudah terinfeksi virus Covid-19.

"Tentu orang-orang yang diizinkan berhaji adalah orang-orang yang tentu fit, artinya jangan ada yang agak tua enggak boleh. Kalau makin lansia, satu dia berisiko, kedua dia tidak bisa mempertahankan kecepatan tadi karena lebih kurang fit dibanding yang lebih muda," pungkasnya.

Jemaah yang diizinkan beribadah tahun ini hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak mempunyai penyakit bawaan.

Seluruh jemaah yang telah memenuhi syarat, melakukan karantina mandiri sepekan sebelum memulai proses ibadah haji. Mereka melakukan pemeriksaan corona sesaat sebelum memasuki kota suci Mekah.

Seluruh jemaah haji pun patut menerapkan jaga jarak selama melaksanakan kegiatan. Setelah proses ibadah haji selesai, jemaah diwajibkan melakukan karantina mandiri lagi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi telah menetapkan protokol di seluruh lokasi pelaksanaan ibadah haji. Termasuk melarang jemaah menyentuh Kakbah dan Hajar Aswad.

Baik jemaah maupun pemandu semuanya harus diperiksa suhu tubuh di setiap lokasi pelaksanaan haji. Masker dan perlengkapan pelindung wajah harus selalu dipakai.

Sementara untuk di Arafah dan Muzdalifah, dipastikan tidak lebih dari 10 jemaah yang berada di dalam tenda berukuran 50 meter persegi.

Untuk lontar jamrah, tidak lebih dari 50 jamaah per kelompok yang masuk ke lokasi. Dan batu kerikil yang digunakan didesinfeksi lebih dahulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025