Postingan

Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Alasan Bank Sentral China Turunkan Suku Bunga

  Di tengah tren kenaikan suku bunga di banyak negara, China justru memangkas suku bunga acuan. Loan Prime Rate (LPR/Suku Bunga Dasar Pinjaman) dengan tenor satu tahun, yang berfungsi sebagai tolok ukur untuk pinjaman korporasi, diturunkan dari 3,7 persen menjadi 3,65 persen. Sementara LPR lima tahun, yang digunakan untuk harga hipotek, diturunkan dari 4,45 persen menjadi 4,3 persen. Head of Fixed Income, Ashmore Asset Management Indonesia, Anil Kumar beranggapan, keputusan itu merujuk pada ekonomi China yang ditopang oleh sektor properti. Sehingga untuk mengerek pertumbuhan ekonomi, perlu dihenjot pula kinerja sektor properti. Ekonomi itu sepertiga dari sektor properti. Properti itu sangat booming . Sehingga untuk terus meningkatkan ekonomi, pertumbuhan properti di negara itu harus terus meningkat," kata Anil dalam webinar Money Buzz, Selasa (23/8/2022). Selain itu, aktivitas ekonomi negeri tirai bambu itu belum sepenuhnya terbuka lantaran masih memberlakukan kebijaka...

7 Alasan Warren Buffett Borong Saham Occidental Petroleum

  Investor terkenal dan pemilik perusahaan investasi Berkshire Hathaway Warren Buffett terus meningkatkan kepemilikan sahamnya di Occidental Petroleum Corp. Langkah perusahaan investasi Buffett tersebut bisa menjadi akuisisi terbesar yang pernah ada. Berkshire Hathaway Inc pada Jumat memenangkan persetujuan untuk membeli sebanyak 50 persen saham Occidental Petroleum. Beberapa investor percaya ini adalah langkah menuju pengambilalihan penuh, yang mungkin berakhir dengan biaya lebih dari USD 50 miliar atau Rp 743 triliun (asumsi kurs Rp 14.860 per dolar Amerika Serikat). -Minyak Terlihat menjadi mega-tren untuk paruh pertama  2020-an dan minyak mentah adalah salah satu lindung nilai alami terbaik di luar sana. Invasi Rusia ke Ukraina dan kurangnya investasi di ladang minyak baru selama lima tahun terakhir telah memukul pasokan, yang menyebabkan profil produksi stagnan di mana-mana mulai dari OPEC hingga US shale. Sementara itu, permintaan bahan bakar fosil menjadi ku...

26 Juta Riwayat Browsing IndiHome Diduga Bocor, Begini Respons Telkom

  Sebanyak 26 juta riwayat  browsing  pelanggan IndiHome dilaporkan bocor, di mana terdapat nama dan NIK pelanggan. Kabar tersebut diungkap oleh Pengamat Kemanan Siber, Teguh Aprianto, melalui  thread  di Twitter, Minggu (21/8/2022). Teguh menyebut, ada 26 juta  browsing history IndiHome  yang dicuri dan dibagikan gratis di forum hacker, beserta dengan nama dan NIK pelanggan. "Tahun 2020 kemarin kita berhasil menekan @IndiHome untuk mematikan  tracker  milik mereka yang selama ini digunakan untuk mencuri  browsing history  milik pelanggan. Sekarang 26 juta  browsing history  yang dicuri itu bocor dan dibagikan gratis. Ternyata berikut dengan nama dan NIK," tulis Teguh via akun Twitter @secgron, dikutip Senin (22/8/2022).  VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono mengatakan pihaknya melakukan koordinasi internal untuk mengecek dan memastikan validitas (menelusuri) kabar k...