Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

26 Juta Riwayat Browsing IndiHome Diduga Bocor, Begini Respons Telkom

 


Sebanyak 26 juta riwayat browsing pelanggan IndiHome dilaporkan bocor, di mana terdapat nama dan NIK pelanggan.

Kabar tersebut diungkap oleh Pengamat Kemanan Siber, Teguh Aprianto, melalui thread di Twitter, Minggu (21/8/2022).

Teguh menyebut, ada 26 juta browsing history IndiHome yang dicuri dan dibagikan gratis di forum hacker, beserta dengan nama dan NIK pelanggan.

"Tahun 2020 kemarin kita berhasil menekan @IndiHome untuk mematikan tracker milik mereka yang selama ini digunakan untuk mencuri browsing history milik pelanggan. Sekarang 26 juta browsing history yang dicuri itu bocor dan dibagikan gratis. Ternyata berikut dengan nama dan NIK," tulis Teguh via akun Twitter @secgron, dikutip Senin (22/8/2022). 

VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono mengatakan pihaknya melakukan koordinasi internal untuk mengecek dan memastikan validitas (menelusuri) kabar kebocoran data pelanggan IndiHome.

"Sehubungan dengan munculnya pemberitaan terkait kebocoran data pribadi pelanggan IndiHome, dapat kami sampaikan bahwa tengah melakukan koordinasi internal untuk mengecek dan memastikan validitas (menelusuri, red) data tersebut," tutur VP Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono. 

Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Senior Vice President (SVP) Corporate Communication and Investor Relation Telkom Ahmad Reza membantah adanya kebocoran data pelanggan IndiHome.

"Saya pastikan data-data itu hoaks. Lucu juga soalnya, Telkom itu tidak pernah memberikan e-mail address untuk pelanggan Indihome. Kami saja di Telkom alamat emailnya @telkom.co.id, tidak pernah menggunakan Telkom.net," jelas Ahmad Reza. 

Ahmad Reza juga menegaskan, pihak Telkom terus mengecek dan investigasi mengenai keabsahan data-data tersebut. 

"Temuan awal data itu hoaks dan tidak valid. Di internal Telkom sendiri, data-data pelanggan sulit diakses mengingat ada enkripsi dan firewall yang berlapis," ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, riwayat browsing pelanggan yang diklaim hacker bukan berasal dari internal Telkom. Namun, ada kemungkinan data-data tersebut  di-hack karena melakukan akses terhadap situs-situs terlarang.

"Jumlah pelanggan Indihome ada 8 juta pelanggan, sedangkan data browsing history yang diklaim hackers tersebut 26 juta data history. Saya yakin data browsing history itu bukan berasal dari internal Telkom. Ada kemungkinan data-data history browsing di-hack karena mengakses situs-situs terlarang," bebernya. 

VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono secara terpisah juga memastikan Telkom berkomitmen menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi, sekaligus menjadikan hal itu menjadi prioritas utama.

Dia menyampaikan, Telkom tidak pernah mengambil keuntungan komersial apalagi memperjualbelikan data pribadi pelanggan.

"Sebagai perusahaan terbuka yang dual listing, Telkom mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan demi meningkatkan kenyamanan pelanggan," tutur Pujo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)