Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

26 Juta Riwayat Browsing IndiHome Diduga Bocor, Begini Respons Telkom

 


Sebanyak 26 juta riwayat browsing pelanggan IndiHome dilaporkan bocor, di mana terdapat nama dan NIK pelanggan.

Kabar tersebut diungkap oleh Pengamat Kemanan Siber, Teguh Aprianto, melalui thread di Twitter, Minggu (21/8/2022).

Teguh menyebut, ada 26 juta browsing history IndiHome yang dicuri dan dibagikan gratis di forum hacker, beserta dengan nama dan NIK pelanggan.

"Tahun 2020 kemarin kita berhasil menekan @IndiHome untuk mematikan tracker milik mereka yang selama ini digunakan untuk mencuri browsing history milik pelanggan. Sekarang 26 juta browsing history yang dicuri itu bocor dan dibagikan gratis. Ternyata berikut dengan nama dan NIK," tulis Teguh via akun Twitter @secgron, dikutip Senin (22/8/2022). 

VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono mengatakan pihaknya melakukan koordinasi internal untuk mengecek dan memastikan validitas (menelusuri) kabar kebocoran data pelanggan IndiHome.

"Sehubungan dengan munculnya pemberitaan terkait kebocoran data pribadi pelanggan IndiHome, dapat kami sampaikan bahwa tengah melakukan koordinasi internal untuk mengecek dan memastikan validitas (menelusuri, red) data tersebut," tutur VP Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono. 

Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Senior Vice President (SVP) Corporate Communication and Investor Relation Telkom Ahmad Reza membantah adanya kebocoran data pelanggan IndiHome.

"Saya pastikan data-data itu hoaks. Lucu juga soalnya, Telkom itu tidak pernah memberikan e-mail address untuk pelanggan Indihome. Kami saja di Telkom alamat emailnya @telkom.co.id, tidak pernah menggunakan Telkom.net," jelas Ahmad Reza. 

Ahmad Reza juga menegaskan, pihak Telkom terus mengecek dan investigasi mengenai keabsahan data-data tersebut. 

"Temuan awal data itu hoaks dan tidak valid. Di internal Telkom sendiri, data-data pelanggan sulit diakses mengingat ada enkripsi dan firewall yang berlapis," ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, riwayat browsing pelanggan yang diklaim hacker bukan berasal dari internal Telkom. Namun, ada kemungkinan data-data tersebut  di-hack karena melakukan akses terhadap situs-situs terlarang.

"Jumlah pelanggan Indihome ada 8 juta pelanggan, sedangkan data browsing history yang diklaim hackers tersebut 26 juta data history. Saya yakin data browsing history itu bukan berasal dari internal Telkom. Ada kemungkinan data-data history browsing di-hack karena mengakses situs-situs terlarang," bebernya. 

VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono secara terpisah juga memastikan Telkom berkomitmen menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi, sekaligus menjadikan hal itu menjadi prioritas utama.

Dia menyampaikan, Telkom tidak pernah mengambil keuntungan komersial apalagi memperjualbelikan data pribadi pelanggan.

"Sebagai perusahaan terbuka yang dual listing, Telkom mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan demi meningkatkan kenyamanan pelanggan," tutur Pujo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini