IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK

  IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5) Selasa, 26 Mei 2026 / 09:12 WIB INDEKS BERITA IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5) ILUSTRASI. Investor ritel mengamati IHSG lewat gawainya yang Ditutup Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan kenaikan pada perdagangan pagi ini, setelah sempat dibuka di zona merah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,14% ke level 6.214,95 pada hari Selasa (26/5/2026) pukul 09.04 WIB. Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sekltoral yang dipimpin sektor infrastruktur, barang baku, transportasi, energi, perindustrian, teknologi, kesehatan dan barang konsumer non primer. Baca Juga: IHSG Ambruk 3,08% ke 6.396 Sesi I, Selasa (19/5), Top Losers LQ45: CUAN, INCO, DEWA Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,7...

Pengendali Baru Prime Agri Resources (SGRO) Tender Wajib, Patok Harga di Rp 7.903

 

Pengendali baru PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) akan segera melakukan penawaran tender wajib alias mandatory tender offer (MTO) sebagai proses dari akuisisi. 

AGPA Pte Ltd, pengendali baru SGRO, akan melakukan tender wajib sebanyak-banyaknya 623,32 juta saham biasa atas nama yang dimiliki oleh pemegang saham publik. 

Jumlah itu setara dengan sebanyak-banyaknya 34,275% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SGRO dengan hak suara yang sah, dengan nilai nominalnya sebesar Rp 200 per saham.

Harga penawaran sebesar Rp 7.903 per saham, yang sama dengan harga pengambilalihan dari pengendali lama yang sudah dilakukan. 

Sehingga, nilai total tender wajib oleh anak usaha Posco International Corporation itu sebanyak-banyaknya adalah senilai Rp 4,92 triliun. Penawaran tender akan berlangsung sejak 21 Januari hingga 19 Februari 2026. 

Manajemen SGRO bilang, harga tersebut ditetapkan sesuai dari hitungan harga tertinggi perdagangan saham harian perseroan di BEI dalam 90 hari terakhir sebelum tanggal pengambilalihan. 

“Pengendali Baru menyatakan bahwa Pengendali Baru memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan kewajibannya untuk melakukan pembayaran penuh kepada Pemegang Saham sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib,” ujar manajemen SGRO dalam keterbukaan informasi tanggal 20 Januari 2026.

Asal tahu saja, melalui Twinwood Family Holdings Limited, Grup Sampoerna telah menjual seluruh kepemilikan saham mereka pada SGRO yang totalnya 1,19 miliar saham atau 65,72%.  

Twinwood Family melepas SGRO kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation (POSCO International). Nilai total pengambilalihan tersebut adalah sebesar Rp 9,4 triliun atau Rp 7.903 per saham. 

Pasca akuisisi, SGRO pun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Januari 2026. Dalam RUPSLB itu, SGRO melakukan perubahan identitas baru, yaitu perubahan nama dan logo. Semula, nama perusahaan SGRO adalah Sampoerna Agro.

Perlu diketahui, POSCO International adalah perusahaan global asal Korea Selatan yang merupakan bagian dari POSCO Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang, di antaranya perdagangan, energi, baja, dan agribisnis. 

Jejak POSCO di industri sawit Indonesia dimulai dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Papua Selatan pada 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo dan mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang memproduksi 210.000 ton minyak sawit per tahun.

Asal tahu saja, POSCO International juga memiliki pabrik penyulingan minyak sawit di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)