Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

7 Alasan Warren Buffett Borong Saham Occidental Petroleum

 


Investor terkenal dan pemilik perusahaan investasi Berkshire Hathaway Warren Buffett terus meningkatkan kepemilikan sahamnya di Occidental Petroleum Corp. Langkah perusahaan investasi Buffett tersebut bisa menjadi akuisisi terbesar yang pernah ada.

Berkshire Hathaway Inc pada Jumat memenangkan persetujuan untuk membeli sebanyak 50 persen saham Occidental Petroleum. Beberapa investor percaya ini adalah langkah menuju pengambilalihan penuh, yang mungkin berakhir dengan biaya lebih dari USD 50 miliar atau Rp 743 triliun (asumsi kurs Rp 14.860 per dolar Amerika Serikat).

-Minyak

Terlihat menjadi mega-tren untuk paruh pertama  2020-an dan minyak mentah adalah salah satu lindung nilai alami terbaik di luar sana. Invasi Rusia ke Ukraina dan kurangnya investasi di ladang minyak baru selama lima tahun terakhir telah memukul pasokan, yang menyebabkan profil produksi stagnan di mana-mana mulai dari OPEC hingga US shale.

Sementara itu, permintaan bahan bakar fosil menjadi kuat setelah pandemi bahkan ketika pemerintah mendorong peralihan ke clean energy (energi bersih).

Lalu, dengan investasi di seluruh sektor energi mulai dari utilitas hingga tenaga surya, Buffett mengklaim sebagai seorang realis dalam perdebatan seputar bahan bakar fosil. 

"Orang-orang yang berada di ekstrem kedua belah pihak sedikit gila,” katanya pada pertemuan pemegang saham Berkshire pada 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini