Energi Mega Persada (ENRG) Cetak Laba Bersih Rp807 Miliar Semester I/2026 Energi Mega Persada (ENRG) raih laba bersih Rp807 miliar di semester I/2026, didorong penjualan migas yang naik 18,51% dan strategi optimalisasi aset

  Emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) mencatatkan peningkatan kinerja pada semester I/2026. ENRG mencetak laba bersih US$45,2 juta atau setara Rp807,7 miliar sepanjang semester I/2026. Berdasarkan laporan keuangannya, ENRG membukukan penjualan sebesar US$283,37 juta, atau setara Rp5,05 triliun. Penjualan ini naik 18,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$239,1 juta. Penjualan ini dikontribusi dari penjualan di perusahaan minyak dan gas bumi dengan total US$269,72 juta, yang terdiri dari penjualan gas bumi US$163,3 juta dan minyak mentah US$110 juta. Sementara itu, penjualan dari infrastruktur minyak dan gas bumi ENRG mencapai US$13,64 juta. Berdasarkan pelanggannya, ENRG menjual migas ke TIS Petroleum (Asia) Pte. Ltd. sebesar US$43,19 juta, PT Pertamina Patra Niaga sebesar US$92,25 juta, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebesar US$67,41 juta. Syailendra S. Bakrie, Chief Executive Officer & Presiden Direktur EMP, mengatakan ENRG memb...

Bursa Asia Bergerak Terbatas Selasa (20/1) Pagi, Isu Greenland Bikin Pasar Was-Was

 

Pergerakan pasar saham Asia-Pasifik cenderung terbatas pada perdagangan Selasa (20/1), seiring investor mencermati kembali ancaman tarif Amerika Serikat (AS) yang dikaitkan dengan isu Greenland.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran akan semakin lebarnya jarak hubungan antara Washington dan negara-negara Eropa.

Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah membahas opsi tarif balasan hingga langkah-langkah ekonomi represif lainnya, sebagai respons atas ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah ini berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik terkait Greenland.

Trump pada Sabtu lalu mengumumkan bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif awal sebesar 10% mulai 1 Februari, dan meningkat hingga 25% pada 1 Juni apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat mengambil alih kendali Greenland.

Wilayah tersebut merupakan pulau semi-otonom di bawah Denmark yang kaya akan sumber daya mineral.

Di kawasan Asia, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.640, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di posisi 26.563,9.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Jepang setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pada Senin bahwa ia berencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum lebih awal (snap election) pada 8 Februari mendatang.

Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,7%, sementara indeks Topix turun 0,52%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 0,41%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bergerak stagnan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,46%.

Sementara itu, kontrak berjangka saham Amerika Serikat mengindikasikan pembukaan yang melemah di Wall Street, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar akibat pernyataan Trump yang semakin agresif terkait Greenland.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini