BEI Suspensi Saham EKAD, TMPO, dan PACK Usai Naik Ratusan Persen dalam Sebulan

  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham tiga emiten, yakni PT Ekadharma International Tbk (EKAD), PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), mulai perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Suspensi dilakukan setelah harga kumulatif ketiga saham tersebut mengalami peningkatan ratusan persen dalam beberapa waktu terakhir. Saham EKAD misalnya mencatat kenaikan harga sebesar 39,74% dalam lima hari perdagangan, sehingga berada di level Rp 422 per saham. Dalam periode satu bulan, saham EKAD bahkan telah melonjak 152,69%. Sementara itu, saham PACK tercatat naik 40,36% dalam lima hari hingga mencapai Rp 466 per saham. Dalam sebulan, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk tersebut telah menguat 108,04%. Baca Juga: Permintaan Menguat, Cermati Prospek dan Rekomendasi Saham Industri Semen Adapun saham TMPO mencatat kenaikan paling tinggi dalam periode lima hari, yakni sebesar 48,24%, dengan harga berada di level Rp 252 pe...

Ketegangan AS-Eropa Memanas: Nasib Dolar AS di Ujung Tanduk

 

Indeks dolar AS berfluktuasi di sekitar 99 pada hari Selasa (20/1), setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Ini terjadi karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Eropa terkait proposal Presiden AS Donald Trump untuk membeli Greenland melemahkan kepercayaan terhadap aset AS. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (20/1), pada akhir pekan, Trump memperingatkan bahwa delapan negara Eropa yang menentang rencana tersebut dapat menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni kecuali kesepakatan untuk Greenland tercapai. 

Para pemimpin Eropa mengecam retorika tersebut sebagai tidak dapat diterima sambil mempertimbangkan opsi untuk kemungkinan pembalasan. 

Analis memperingatkan bahwa Eropa memegang sekitar US$ 10 triliun dalam obligasi dan ekuitas AS, termasuk kepemilikan sektor publik yang signifikan, yang dapat dimanfaatkan dalam sengketa perdagangan yang semakin intensif. 

Sementara itu, investor beralih ke data penting AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk indeks harga PCE, perkiraan lain dari PDB kuartal ketiga, PMI S&P, dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini