Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

Ketegangan AS-Eropa Memanas: Nasib Dolar AS di Ujung Tanduk

 

Indeks dolar AS berfluktuasi di sekitar 99 pada hari Selasa (20/1), setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Ini terjadi karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Eropa terkait proposal Presiden AS Donald Trump untuk membeli Greenland melemahkan kepercayaan terhadap aset AS. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (20/1), pada akhir pekan, Trump memperingatkan bahwa delapan negara Eropa yang menentang rencana tersebut dapat menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni kecuali kesepakatan untuk Greenland tercapai. 

Para pemimpin Eropa mengecam retorika tersebut sebagai tidak dapat diterima sambil mempertimbangkan opsi untuk kemungkinan pembalasan. 

Analis memperingatkan bahwa Eropa memegang sekitar US$ 10 triliun dalam obligasi dan ekuitas AS, termasuk kepemilikan sektor publik yang signifikan, yang dapat dimanfaatkan dalam sengketa perdagangan yang semakin intensif. 

Sementara itu, investor beralih ke data penting AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk indeks harga PCE, perkiraan lain dari PDB kuartal ketiga, PMI S&P, dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025