Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.953 Per Dolar AS, Mata Uang Asia Bervariasi

 

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat walau akhirnya kembali melemah pada awal perdagangan hari ini. Kamis (15/1/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.953 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.056 per dolar AS. Namun, rupiah akhirnya tergelincir ke Rp 16.958 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,51%.

Selanjutnya ada baht Thailand yang melesat 0,43% dan peso Filipina yang menanjak 0,23%. Disusul, yen Jepang yang terkerek 0,11%.

Berikutnya, dolar Hongkong yang naik 0,02% dan dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,008% di pagi ini.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,06%.

Kemudian ada yuan China dan ringgit Malaysia yang sama-sama melemah 0,05% terhadap the greenback.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025