Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

Ganti Haluan Bisnis, Leyand International (LAPD) Rombak Susunan Direksi dan Komisaris

 

PT Leyand International Tbk (LAPD) resmi memulai babak baru di bawah kendali PT JSI Sinergi Mas menjadi perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding dan jasa konsultasi manajemen. 

Lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (14/01), para pemegang saham menyetujui perombakan total struktur kepemimpinan LAPD seiring dengan kehadiran pengendali saham baru. 

Pemegang saham resmi menangkat Jamal Abdul Nasir Bamadhaj sebagai direktur utama. Jamal Abdul Nasir merupakan pendiri alias founder sekaligus Direktur Utama PT JSI Sinergi Mas. 

Jamal menegaskan fokus jangka pendek LAPD adalah memantapkan performa operasional melalui efisiensi internal. Namun LAPD juga siap mengambil langkah agresif melalui strategi pertumbuhan non-organik.

"Sinergi dengan PT JSI Sinergi Mas akan memberikan nilai tambah instan bagi bottom line LAPD serta mempercepat pemulihan kinerja," tegasnya dalam RUPSLB, Rabu (14/1). 

Sejalan dengan transisi ini, PT JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru saat ini sedang dalam proses finalisasi Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) atas 39,80% saham publik sesuai dengan regulasi OJK yang berlaku.

Tak hanya itu, RUPSLB juga mengangkat Sayid Muhammad Riyadh sebagai komisaris utama. Diketahui, Sayid punya pengalaman mendalam dalam tata kelola perusahaan serta pengawasan investasi skala besar.

Berikut ini susunan dewan komisaris dan direksi LAPD usai penutupan RUPSLB. 

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Sayid Muhammad Riyadh

Komisaris: Tan Siok Sing

Komisaris: Thauriq Anwar

Direksi

Direktur Utama: Jamal Abdul Nasir Bamadhaj

Direktur: Kiran Raj

Direktur: Hong Shieh Yung, Travis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025