Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.280 Per Dolar AS Hari Ini (24/4)

 

Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil rebound di awal perdagangan hari ini. Jumat (24/4/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.280 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat tipis 0,03% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.286 per dolar AS. 

Hingga pukul 09.00 WIB, mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,35%.

Selanjutnya, ringgit Malaysia yang ambles 0,16% dan won Korea Selatan terkoreksi 0,11%. Disusul, yuan China tertekan 0,07%.

Berikutnya ada yen Jepang yang turun 0,03% dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,02%.

Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12%.

Kemudian ada dolar Taiwan yang terkerek 0,09% dan dolar Singapura menguat tipis 0,02% terhadap the greenback.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia