Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

RUPST Jaya Ancol (PJAA) Setujui Dividen Rp 41,6 Miliar, Syahmudrian Jadi Dirut Baru

 PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyepakati pembagian dividen dan perubahan jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 26,05 per saham dengan total nilai Rp 41,6 miliar, setara 23,13% dari laba bersih tahun buku 2025.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 PJAA membukukan laba bersih sebesar Rp 180,19 miliar dengan pendapatan mencapai Rp 1,121 triliun.

Ganti Direksi, Perkuat Strategi Bisnis

Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus, termasuk pengangkatan Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama yang baru.

Syahmudrian menyampaikan bahwa ke depan perusahaan akan tetap fokus pada inovasi dan efisiensi operasional di tengah tantangan ekonomi global.

Strategi tersebut mencakup digitalisasi layanan tiket, peningkatan fasilitas, serta pengembangan konten dan event tematik.

“Industri wisata sudah berubah. Pengunjung tidak hanya datang untuk destinasi, tetapi juga mencari pengalaman, koneksi, dan nilai dari pengeluaran mereka,” ujarnya dalam konferensi pers.

Menurutnya, fokus Ancol ke depan adalah meningkatkan nilai per pengunjung (value per customer), bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung.

Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aset dan ekosistem Ancol, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

PJAA juga berencana memperkuat kolaborasi strategis guna meningkatkan daya saing jangka panjang, khususnya di sektor pariwisata.

Adapun susunan dewan komisaris dan direksi yang berlaku efektif setelah RUPST adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama & Independen: Irfan Setiaputra
  • Komisaris: Suharini Eliawati
  • Komisaris: Lies Hartono
  • Komisaris: SutiyosoKomisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas

Dewan Direksi:

  • Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
  • Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
  • Direktur: Daniel Nainggolan
  • Direktur: Eddy Prastiyo
  • Direktur: Rahmaniar

Dengan keputusan ini, PJAA menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja dan transformasi bisnis di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)