Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

RUPST Jaya Ancol (PJAA) Setujui Dividen Rp 41,6 Miliar, Syahmudrian Jadi Dirut Baru

 PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyepakati pembagian dividen dan perubahan jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 26,05 per saham dengan total nilai Rp 41,6 miliar, setara 23,13% dari laba bersih tahun buku 2025.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 PJAA membukukan laba bersih sebesar Rp 180,19 miliar dengan pendapatan mencapai Rp 1,121 triliun.

Ganti Direksi, Perkuat Strategi Bisnis

Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus, termasuk pengangkatan Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama yang baru.

Syahmudrian menyampaikan bahwa ke depan perusahaan akan tetap fokus pada inovasi dan efisiensi operasional di tengah tantangan ekonomi global.

Strategi tersebut mencakup digitalisasi layanan tiket, peningkatan fasilitas, serta pengembangan konten dan event tematik.

“Industri wisata sudah berubah. Pengunjung tidak hanya datang untuk destinasi, tetapi juga mencari pengalaman, koneksi, dan nilai dari pengeluaran mereka,” ujarnya dalam konferensi pers.

Menurutnya, fokus Ancol ke depan adalah meningkatkan nilai per pengunjung (value per customer), bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung.

Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aset dan ekosistem Ancol, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

PJAA juga berencana memperkuat kolaborasi strategis guna meningkatkan daya saing jangka panjang, khususnya di sektor pariwisata.

Adapun susunan dewan komisaris dan direksi yang berlaku efektif setelah RUPST adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama & Independen: Irfan Setiaputra
  • Komisaris: Suharini Eliawati
  • Komisaris: Lies Hartono
  • Komisaris: SutiyosoKomisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas

Dewan Direksi:

  • Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
  • Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
  • Direktur: Daniel Nainggolan
  • Direktur: Eddy Prastiyo
  • Direktur: Rahmaniar

Dengan keputusan ini, PJAA menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja dan transformasi bisnis di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia