Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

Bursa Asia Dibuka Melemah Jumat (17/4), Sentimen Perdamaian Timur Tengah Masih Rapuh

 

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Jumat (17/4/2026), seiring sentimen pasar yang masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah meski ada perkembangan menuju gencatan senjata.

Secara regional melansir data CNBC, indeks saham utama Asia bergerak di zona merah. Nikkei 225 turun 0,7% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, sementara Topix melemah 0,62%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,43% dan Kosdaq terkoreksi 0,35%.

Adapun S&P/ASX 200 Australia turun 0,28%, sementara futures Hang Seng juga mengindikasikan pelemahan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu setempat.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon menjadi syarat utama dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran.

Trump juga menyebut pertemuan lanjutan antara AS dan Iran kemungkinan akan berlangsung pada akhir pekan depan.

Ia bahkan mengklaim konflik dengan Iran “sangat dekat untuk berakhir”, dengan masa gencatan senjata dua pekan akan berakhir pada 21 April mendatang.

Harga Minyak Turun

Seiring meredanya kekhawatiran jangka pendek, harga minyak mengalami koreksi. West Texas Intermediate (WTI) turun 1,43% ke level US$ 93,34 per barel.

Sementara itu, Brent crude melemah 1,14% ke kisaran US$ 98,28 per barel.

Meski demikian, volatilitas energi masih tinggi dan berpotensi berdampak ke pasar keuangan global, termasuk nilai tukar.

Kebijakan Jepang Jadi Sorotan

Dari Jepang, Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menegaskan bahwa bank sentral harus mempertimbangkan tingkat suku bunga riil yang masih rendah dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Selain itu, Japan Bank for International Cooperation mengumumkan rencana pembentukan fasilitas investasi hingga 600 miliar yen untuk membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi.

Wall Street Cetak Rekor

Berbanding terbalik, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. S&P 500 naik 0,26% ke 7.041,28 dan Nasdaq Composite menguat 0,36% ke 24.102,70.

Khusus Nasdaq, kenaikan ini menjadi penguatan selama 12 sesi beruntun, terpanjang sejak 2009 sekaligus mencetak rekor baru.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 0,24% ke level 48.578,72.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)