Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Dibuka Melemah Jumat (17/4), Sentimen Perdamaian Timur Tengah Masih Rapuh

 

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Jumat (17/4/2026), seiring sentimen pasar yang masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah meski ada perkembangan menuju gencatan senjata.

Secara regional melansir data CNBC, indeks saham utama Asia bergerak di zona merah. Nikkei 225 turun 0,7% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, sementara Topix melemah 0,62%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,43% dan Kosdaq terkoreksi 0,35%.

Adapun S&P/ASX 200 Australia turun 0,28%, sementara futures Hang Seng juga mengindikasikan pelemahan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu setempat.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon menjadi syarat utama dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran.

Trump juga menyebut pertemuan lanjutan antara AS dan Iran kemungkinan akan berlangsung pada akhir pekan depan.

Ia bahkan mengklaim konflik dengan Iran “sangat dekat untuk berakhir”, dengan masa gencatan senjata dua pekan akan berakhir pada 21 April mendatang.

Harga Minyak Turun

Seiring meredanya kekhawatiran jangka pendek, harga minyak mengalami koreksi. West Texas Intermediate (WTI) turun 1,43% ke level US$ 93,34 per barel.

Sementara itu, Brent crude melemah 1,14% ke kisaran US$ 98,28 per barel.

Meski demikian, volatilitas energi masih tinggi dan berpotensi berdampak ke pasar keuangan global, termasuk nilai tukar.

Kebijakan Jepang Jadi Sorotan

Dari Jepang, Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menegaskan bahwa bank sentral harus mempertimbangkan tingkat suku bunga riil yang masih rendah dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Selain itu, Japan Bank for International Cooperation mengumumkan rencana pembentukan fasilitas investasi hingga 600 miliar yen untuk membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi.

Wall Street Cetak Rekor

Berbanding terbalik, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. S&P 500 naik 0,26% ke 7.041,28 dan Nasdaq Composite menguat 0,36% ke 24.102,70.

Khusus Nasdaq, kenaikan ini menjadi penguatan selama 12 sesi beruntun, terpanjang sejak 2009 sekaligus mencetak rekor baru.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 0,24% ke level 48.578,72.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia