Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.134 Per Dolar AS Hari Ini (16/4), Seluruh Asia Naik

 

Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil rebound di awal perdagangan hari ini. Kamis (16/4/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.134 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat tipis 0,05% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada pada level Rp 17.143 per dolar AS. Pergerakan rupiah pun sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Hingga pukul 09.00 WIB, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,42%. Disusul, dolar Taiwan yang menanjak 0,31%.

Selanjutnya ada yen Jepang yang terkerek 0,17%. Lalu ada won Korea Selatan dan peso Filipina yang sama-sama terangkat 0,14%.

Berikutnya, ringgit Malaysia naik 0,13% dan dolar Singapura terapresiasi 0,09%. Diikuti, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,05%.

Sementara itu, yuan China terlihat bergerak tipis dengan kecenderungan naik terhadap the greenback di pagi ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia