Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

Harga Emas Naik Tipis pada Selasa (28/4) Pagi, Pedagang Cermati Negosiasi AS-Iran

 

Harga emas naik pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Pukul 07.46 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.707,70 per ons troi, naik 0,3% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.693,79 per ons troi.

Harga emas naik tipis karena pedagang mempertimbangkan upaya terbaru AS dan Iran untuk menemukan solusi negosiasi perang Iran.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat keamanan nasional untuk membahas proposal perdamaian terbaru yang ditawarkan Iran. Tetapi Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, AS tetap mempertahankan garis merah pada setiap kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Komentar tersebut muncul setelah laporan bahwa Teheran mengusulkan kesepakatan sementara di mana mereka membuka kembali Selat Hormuz, sebagai imbalan atas penghentian blokade AS terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Selat Hormuz yang masih terblokir memperpanjang ketidakpastian pasar," kata Marc Loeffert, pedagang di Logam Mulia Hareaus seperti dikutip Bloomberg.

Dalam jangka panjang, kombinasi antara stagnasi ekonomi dan kenaikan harga dapat menyuburkan pasar emas," kataya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)