Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Naik Tipis pada Selasa (28/4) Pagi, Pedagang Cermati Negosiasi AS-Iran

 

Harga emas naik pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Pukul 07.46 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.707,70 per ons troi, naik 0,3% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.693,79 per ons troi.

Harga emas naik tipis karena pedagang mempertimbangkan upaya terbaru AS dan Iran untuk menemukan solusi negosiasi perang Iran.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat keamanan nasional untuk membahas proposal perdamaian terbaru yang ditawarkan Iran. Tetapi Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, AS tetap mempertahankan garis merah pada setiap kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Komentar tersebut muncul setelah laporan bahwa Teheran mengusulkan kesepakatan sementara di mana mereka membuka kembali Selat Hormuz, sebagai imbalan atas penghentian blokade AS terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Selat Hormuz yang masih terblokir memperpanjang ketidakpastian pasar," kata Marc Loeffert, pedagang di Logam Mulia Hareaus seperti dikutip Bloomberg.

Dalam jangka panjang, kombinasi antara stagnasi ekonomi dan kenaikan harga dapat menyuburkan pasar emas," kataya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia