Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Buyback Saham Rp 5 Triliun

 

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai hingga Rp 5 triliun.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Per Gram

Rencana buyback ini akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). AADI dijadwalkan menggelar RUPST pada 22 Mei 2026.

Manajemen AADI menjelaskan, aksi korporasi ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk melakukan pembelian saham kembali sewaktu-waktu, menyesuaikan dengan kondisi pasar selama periode pelaksanaan.

Selain itu, buyback diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham AADI di pasar, sehingga harga saham perseroan bisa lebih mencerminkan nilai fundamentalnya.

“Perusahaan berharap pelaksanaan buyback dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/4/2026).

AADI juga memastikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Hal ini karena perseroan memiliki saldo laba dan arus kas yang memadai untuk mendukung aksi tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia