Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

Menanti Putusan BI, IHSG Masih Rawan Tekanan Cek Saham Rekomendasi Analis

 

Pelaku pasar memilih menahan langkah jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 21–22 April 2026.

Keputusan suku bunga acuan menjadi penentu arah pasar, di tengah tekanan eksternal yang belum mereda dan nilai tukar rupiah yang masih tertekan. 

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini bergerak terbatas dalam fase konsolidasi.

Tekanan global yang tinggi membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, apalagi rupiah masih berada di level Rp 17.158 per dolar AS.

Tekanan tersebut tercermin dari aksi jual investor asing di saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.

Di sisi lain, dana asing justru mengalir ke saham komoditas yang diuntungkan oleh pendapatan berbasis dolar.

“Dana asing masih masuk ke saham komoditas,” ujar Liza kemarin.

Sejalan dengan itu, Analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, melihat investor kini mengambil posisi wait and see sambil menunggu arah kebijakan moneter yang lebih jelas.

Ketidakpastian global, terutama terkait arah suku bunga The Fed dan inflasi, ikut menahan pergerakan pasar.

Ia memproyeksikan, jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga, IHSG berpeluang menguat ke kisaran 7.800–8.000.

Namun, skenario yang paling diantisipasi pasar adalah suku bunga ditahan, yang berpotensi membuat IHSG bergerak sideways di rentang 7.200–7.400 dengan rotasi sektoral terbatas.

Sebaliknya, jika BI menaikkan suku bunga, pasar berisiko merespons negatif. IHSG diperkirakan bisa terkoreksi ke kisaran 7.300–7.500.

Pandangan serupa disampaikan Liza. Menurutnya, hanya ada dua skenario utama yang relevan saat ini. Jika suku bunga ditahan, IHSG berpotensi bergerak di rentang 7.400–7.700 dengan volatilitas tinggi.

Namun, jika suku bunga naik, indeks berisiko turun lebih dalam ke area 7.250–7.300 akibat tekanan likuiditas dan kekhawatiran stabilitas makro.

Kenaikan suku bunga, lanjut Liza, akan menjadi sentimen negatif karena meningkatkan biaya dana dan menekan valuasi saham. Selain itu, langkah tersebut juga memberi sinyal bahwa stabilitas rupiah menjadi prioritas utama di tengah tekanan global.

Dalam kondisi ini, strategi investor disarankan tetap defensif. Pelaku pasar bisa memilih wait and see atau melakukan akumulasi selektif pada saham-saham likuid, terutama yang memiliki eksposur terhadap dolar AS, sambil mencermati pergerakan rupiah, yield global, serta arah kebijakan bank sentral.

Adapun sektor yang layak dicermati antara lain perbankan, properti dan konstruksi, konsumer, serta komoditas.

Sejumlah saham yang direkomendasikan antara lain BBCA dengan target harga Rp 6.700, BMRI Rp 5.000, BBTN Rp 1.500, ICBP Rp 7.500, TLKM Rp 3.200, dan MDKA Rp 3.500 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)