Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

Anak Usaha Barito Renewables Energy (BREN) Raih Penghargaan PROPER Emas dari KLH

 

Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan mengatakan, Star Energy Geothermal berkomitmen untuk menjalankan operasional bisnis yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Bukti nyata komitmen ini kembali terukir dalam penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup. 

"Kami akan terus melakukan inovasi untuk menjadikan operasional lebih efisien dan memberikan manfaat besar bagi masyarakatm," ujar dia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/4/2026).

Keberhasilan PLTP Wayang Windu yang berlokasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung dalam meraih PROPER Emas ini diperoleh berkat inovasi yang dilakukan. Di bidang efisiensi energi, program WW Retro (retrofit cooling tower unit-1 dan unit-2) dapat menghemat energi dalam proses cooling tower sebesar 31.622,4 GJ. 

Berikutnya, penurunan emisi melalui program PACE WW (pendinginan cerdas Wayang Windu). Program PACE WW dapat menurunkan tingkat emisi Gas Rumah Kaca hingga 1.756.687 ton karbon dioksida (CO2) per tahun. Selain itu, 3R Limbah B3 dalam bentuk Program ASIS TURBO (Artificial Oil & Sweetening System berbasis MSA) untuk mereduksi oli bekas pada operasional turbin. Program ini telah berjalan dan berhasil menghemat 17,94 liter. 

Sementara itu, dua pembangkit Star Energy Geothermal lainnya yaitu PLTP Salak, Sukabumi dan PLTP Darajat, Garut masing-masing mendapat PROPER Hijau. Prestasi ini menunjukkan keberpihakan yang besar dari perusahaan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Penghargaan ini adalah apresiasi atas kerja keras seluruh tim dalam memastikan operasional panas bumi Star Energy Geothermal berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. 

Saat ini, ketiga aset panas bumi Star Energy Geothermal memiliki total kapasitas terpasang sebesar 926 megawatt (MW), sehingga menjadikan BREN sebagai salah grup perusahaan yang memiliki portofolio panas bumi terbesar saat ini. 

Pada akhir 2026, BREN diproyeksikan akan mengoperasikan total 1 gigawatt (GW) kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)