Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Optimistis Kinerja Moncer di Tahun Ini, Cek Strateginya

 

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) optimistis prospek industri kelapa sawit nasional tetap positif seiring meningkatkan kebutuhan minyak nabati global, meski dihadapkan pada dinamika harga CPO dan tantangan global. 

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Jap Hartono menjelaskan, SSMS terus memperkuat efisiensi operasional dan optimalisasi produktivitas kebun guna menjaga daya saing dan kinerja perusahaan.

“Strategi pengendalian biaya dan pengelolaan operasional yang terintegrasi menjadi fokus utama perseroan dalam merespons perkembangan industri,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026). 

Jap bilang dengan strategi yang adaptif dan fondasi bisnis yang solid, SSMS optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan serta berkontribusi terhadap perkembangan industri sawit. 

Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Farras Farhan dan Wilbert Arifin menilai SSMS memasuki fase kinerja laba yang secara struktural lebih kuat, didorong oleh pemulihan produktivitas dan peningkatan efisiensi pengolahan. 

Produktivitas tandan buah segar SSMS mencapai 24 ton per hektare pada 2026, Oil Extraction Rate (OER) membaik ke kisaran 26–27%. Dus, produksi CPO SSMS berpotensi melampaui 686.000 ton. 

Farras dan Wilber menilai volume hilir yang stabil serta asumsi harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi, visibilitas pendapatan semakin kuat sehingga ekspansi margin dan leverage laba yang berkelanjutan. 

“Prospek keuangan ke depan mencerminkan peningkatan laba secara struktural, didorong oleh kontribusi CPO yang lebih besar, margin yang meningkat, serta operasi hilir yang stabil,” tulisnya dalam riset.

Sementara itu, Research Analyst MNC Sekuritas Raka Junico bilang, akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari oleh SSMS bersifat strategis dan positif bagi SSMS karena secara signifikan memperluas area tertanam. 

“Meningkatkan produktivitas tandan buah segar gabungan serta memperkuat throughput segmen hilir yang pada akhirnya mendorong profitabilitas yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” jelasnya. 

Adapun Raka mempertahankan rekomendasi beli SSMS dengan target harga di Rp 2.000 per saham, yang mencerminkan valuasi Price Earning (PE) sebesar 11,2 kali dengan Price Book Value (PBV) sebesar 3,9 kali di 2026. 

Mirae Asset Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli SSMS dengan target harga di Rp 2.300 per saham. Ini mencerminkan valuasi 17,4 kali PE pada 2026 dan EV/ha sebesar Rp 392,8 juta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini