Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Wall St Bergerak Fluktuatif, Isu AI hingga Perundingan Nuklir AS–Iran Bayangi Pasar

 

Saham-saham di Wall Street bergerak naik-turun pada Selasa (17/2/2026) dan akhirnya ditutup nyaris tidak berubah.

Seiring investor menimbang berbagai sentimen mulai dari belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI), potensi disrupsi ekonomi akibat AI, hingga perkembangan positif dalam perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan saham teknologi untuk kembali masuk (buy the dip).

Saham sektor teknologi dan chip yang sempat tertekan di awal sesi berhasil berbalik menguat menjelang penutupan.

Indeks-indeks utama AS ditutup relatif datar. Saham Norwegian Cruise Line dan Southwest Airlines membantu mengangkat sektor transportasi.

Di sektor teknologi, Apple dan Broadcom menjadi penopang utama.

Secara sektoral, properti, keuangan, transportasi Dow, dan maskapai penerbangan mencatat kinerja lebih baik.

Sebaliknya, saham energi, kebutuhan pokok konsumen, dan perumahan menjadi yang paling tertinggal.

Dolar Menguat, Imbal Hasil Obligasi Campuran

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat di tengah ketegangan geopolitik. Euro mencatat pelemahan untuk enam sesi berturut-turut terhadap dolar, sementara yen melemah untuk hari kedua setelah sebelumnya mengakhiri tren penguatan lima hari.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak campuran, mencerminkan spekulasi investor terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.

Harga Minyak dan Emas Turun

Meredanya kekhawatiran geopolitik turut mengurangi permintaan aset safe haven. Harga minyak mentah dan emas pun melemah karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda.

Secara keseluruhan, pasar masih berada dalam fase penuh kehati-hatian. Investor terus memantau dampak jangka panjang investasi besar di sektor AI terhadap profitabilitas perusahaan, perkembangan hubungan diplomatik AS–Iran, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang akan menjadi penentu sentimen berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)