Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah di Pasar Spot Dibuka Menguat ke Level Rp 16.749 per Dolar AS, Kamis (26/2)

 

Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini.

Mengutip Bloomberg, rupiah menguat di level Rp 16.749 per dolar AS pada Kamis (26/2/2026) pukul 09.15 WIB. Rupiah tercatat menguat 0,30% dibandingkan  penutupan kemarin yang berada di level Rp 16.800 per dolar AS.

Kemarin rupiah di pasar spot menguat 0,17% secara harian ke Rp 16.800 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,10% secara harian ke Rp 16.813 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah didukung  sentimen risk on dan inflow dana asing di pasar ekuitas domestik. 

Indeks dolar AS tertekan pasca pidato Presiden AS Donald Trump yang mengatakan tidak akan ada perubahan pada kebijakan tarifnya

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi seiring antisipasi investor pada perundingan nuklir antara AS-Iran," ujar Lukman, Rabu (25/2).

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Moodys memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan. 

Ini akan menopang kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia.

Ibrahim memproyeksi, rupiah pada Kamis (26/2) di Rp 16.800–Rp 16.830. Lukman memperkirakan rupiah di Rp 16.750–Rp 16.900 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini