Dulu 9 Kini 27 Klasifikasi Investor Saham Di BEI, Pengawasan Pasar Modal Diperketat

  Setelah pertemuan perdana dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) bertindak cepat membenahi pasar modal Indonesia . Salah satunya dengan memperluas klasifikasi investor dari 9 menjadi 27 sub-tipe demi memenuhi standar transparansi MSCI. Dilansir dari Kompas.com, Otoritas pasar modal Indonesia menyepakati perombakan standar keterbukaan data pemegang saham emiten dengan merinci klasifikasi investor secara jauh lebih detail. Jika sebelumnya kepemilikan saham hanya dikelompokkan ke dalam sembilan tipe investor utama, kini OJK bersama SRO memetakan pemegang saham ke dalam 27 kelompok atau sub-tipe investor. Kebijakan baru tersebut disepakati dalam pertemuan antara otoritas pasar modal Tanah Air dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) selaku pengelola indeks global, yang digelar pada Senin (2/2/2026). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Der...

Bursa Asia Beragam pada Rabu (4/2/2026) Pagi, Pasar Cermati Aksi Jual di Wall Street

 

Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Rabu (4/2/2026), dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 564,30 poin atau 1,02% ke 54.150,30, Hang Seng turun 37,72 poin atau 0,14% ke 26.797,05.

Taiex turun 215,91 poin atau 0,67% ke 31.978,08, Kospi naik 15,38 poin atau 0,29% ke 5.305,23, ASX 200 naik 9,25 poin atau 0,10% ke 8.866,30, Straits Times naik 3,70 poin atau 0,09% ke 4.948,62 dan FTSE Malaysia naik 1,19 poin atau 0,07% ke 1.749,14.

Bursa Asia bergerak beragam, setelah aksi jual saham teknologi menyeret penurunan indeks acuan di Wall Street.

Mengutip Bloomberg, saham perangkat lunak di Asia turun, mengikuti penurunan di bursa AS, karena kekhawatiran bahwa peningkatan AI akan mengurangi permintaan terhadap saham tersebut.

"Menurut kami, pasar sedang bergejolak di bawah permukaan karena kekhawatiran tentang belanja modal AI berbenturan dengan harapan dan ekspektasi ekspansi sebagai hasil dari percepatan ekonomi AS," kata Chris Senyek, ahli strategi Wolfe Research seperti dikutip Bloomberg.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025