Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Beragam pada Rabu (4/2/2026) Pagi, Pasar Cermati Aksi Jual di Wall Street

 

Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Rabu (4/2/2026), dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 564,30 poin atau 1,02% ke 54.150,30, Hang Seng turun 37,72 poin atau 0,14% ke 26.797,05.

Taiex turun 215,91 poin atau 0,67% ke 31.978,08, Kospi naik 15,38 poin atau 0,29% ke 5.305,23, ASX 200 naik 9,25 poin atau 0,10% ke 8.866,30, Straits Times naik 3,70 poin atau 0,09% ke 4.948,62 dan FTSE Malaysia naik 1,19 poin atau 0,07% ke 1.749,14.

Bursa Asia bergerak beragam, setelah aksi jual saham teknologi menyeret penurunan indeks acuan di Wall Street.

Mengutip Bloomberg, saham perangkat lunak di Asia turun, mengikuti penurunan di bursa AS, karena kekhawatiran bahwa peningkatan AI akan mengurangi permintaan terhadap saham tersebut.

"Menurut kami, pasar sedang bergejolak di bawah permukaan karena kekhawatiran tentang belanja modal AI berbenturan dengan harapan dan ekspektasi ekspansi sebagai hasil dari percepatan ekonomi AS," kata Chris Senyek, ahli strategi Wolfe Research seperti dikutip Bloomberg.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)