Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Beragam pada Rabu (4/2/2026) Pagi, Pasar Cermati Aksi Jual di Wall Street

 

Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Rabu (4/2/2026), dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 564,30 poin atau 1,02% ke 54.150,30, Hang Seng turun 37,72 poin atau 0,14% ke 26.797,05.

Taiex turun 215,91 poin atau 0,67% ke 31.978,08, Kospi naik 15,38 poin atau 0,29% ke 5.305,23, ASX 200 naik 9,25 poin atau 0,10% ke 8.866,30, Straits Times naik 3,70 poin atau 0,09% ke 4.948,62 dan FTSE Malaysia naik 1,19 poin atau 0,07% ke 1.749,14.

Bursa Asia bergerak beragam, setelah aksi jual saham teknologi menyeret penurunan indeks acuan di Wall Street.

Mengutip Bloomberg, saham perangkat lunak di Asia turun, mengikuti penurunan di bursa AS, karena kekhawatiran bahwa peningkatan AI akan mengurangi permintaan terhadap saham tersebut.

"Menurut kami, pasar sedang bergejolak di bawah permukaan karena kekhawatiran tentang belanja modal AI berbenturan dengan harapan dan ekspektasi ekspansi sebagai hasil dari percepatan ekonomi AS," kata Chris Senyek, ahli strategi Wolfe Research seperti dikutip Bloomberg.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini