Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Bursa Asia Beragam pada Rabu (4/2/2026) Pagi, Pasar Cermati Aksi Jual di Wall Street

 

Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Rabu (4/2/2026), dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 564,30 poin atau 1,02% ke 54.150,30, Hang Seng turun 37,72 poin atau 0,14% ke 26.797,05.

Taiex turun 215,91 poin atau 0,67% ke 31.978,08, Kospi naik 15,38 poin atau 0,29% ke 5.305,23, ASX 200 naik 9,25 poin atau 0,10% ke 8.866,30, Straits Times naik 3,70 poin atau 0,09% ke 4.948,62 dan FTSE Malaysia naik 1,19 poin atau 0,07% ke 1.749,14.

Bursa Asia bergerak beragam, setelah aksi jual saham teknologi menyeret penurunan indeks acuan di Wall Street.

Mengutip Bloomberg, saham perangkat lunak di Asia turun, mengikuti penurunan di bursa AS, karena kekhawatiran bahwa peningkatan AI akan mengurangi permintaan terhadap saham tersebut.

"Menurut kami, pasar sedang bergejolak di bawah permukaan karena kekhawatiran tentang belanja modal AI berbenturan dengan harapan dan ekspektasi ekspansi sebagai hasil dari percepatan ekonomi AS," kata Chris Senyek, ahli strategi Wolfe Research seperti dikutip Bloomberg.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025