Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Australia Menguat Rabu (18/2) Pagi, NAB Cetak Rekor dan BlueScope Melonjak

 

Bursa saham Australia bergerak menguat pada Rabu (18/2/2026), didorong lonjakan saham perbankan setelah National Australia Bank (NAB) mencetak rekor tertinggi baru.

Sementara itu, saham BlueScope Steel melonjak menyusul peningkatan tawaran akuisisi.

Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,5% menjadi 9.005 poin, memperpanjang kenaikan setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 0,2%.

NAB Dorong Sektor Keuangan

Saham NAB sempat melesat hingga 5,8% ke level tertinggi sepanjang masa setelah bank tersebut melaporkan kenaikan laba kas kuartal pertama sebesar 16%.

Kinerja solid di segmen bisnis dan kredit perumahan menjadi pendorong utama.

Kenaikan NAB mengangkat sub-indeks sektor keuangan sekitar 1%, dan berpotensi memutus tren pelemahan tiga hari berturut-turut jika momentum bertahan.

NAB menjadi bank terakhir dari kelompok “Big Four” Australia yang merilis laporan keuangan bulan ini.

Keempat bank besar tersebut mencatatkan laba yang lebih kuat, sehingga mendorong sub-indeks keuangan naik hampir 8% sepanjang bulan berjalan.

BlueScope Terangkat Tawaran Akuisisi

Di sektor industri, saham BlueScope Steel melonjak hingga 6% setelah SGH Ltd bersama perusahaan asal AS Steel Dynamics meningkatkan tawaran pembelian terhadap produsen baja terbesar yang tercatat di Australia itu menjadi A$15 miliar (sekitar US$10,63 miliar).

Saham sektor kesehatan naik 1,5%, dipimpin oleh CSL setelah perusahaan biotek tersebut menandatangani kesepakatan lisensi dengan Eli Lilly.

Perjanjian itu memberikan hak tertentu kepada Eli Lilly untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan clazakizumab, antibodi penghambat IL-6 untuk pasien penyakit ginjal tahap akhir.

Sebaliknya, sub-indeks pertambangan turun 0,7%, terbebani oleh saham produsen emas setelah harga emas melemah akibat berkurangnya permintaan aset safe haven seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Di kawasan, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 naik 0,7% menjadi 13.126,57 poin. Investor menantikan keputusan kebijakan moneter dari bank sentral Selandia Baru yang dijadwalkan keluar hari ini, dengan ekspektasi luas bahwa suku bunga akan dipertahankan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini