IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK

  IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5) Selasa, 26 Mei 2026 / 09:12 WIB INDEKS BERITA IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5) ILUSTRASI. Investor ritel mengamati IHSG lewat gawainya yang Ditutup Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan kenaikan pada perdagangan pagi ini, setelah sempat dibuka di zona merah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,14% ke level 6.214,95 pada hari Selasa (26/5/2026) pukul 09.04 WIB. Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sekltoral yang dipimpin sektor infrastruktur, barang baku, transportasi, energi, perindustrian, teknologi, kesehatan dan barang konsumer non primer. Baca Juga: IHSG Ambruk 3,08% ke 6.396 Sesi I, Selasa (19/5), Top Losers LQ45: CUAN, INCO, DEWA Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,7...

Dulu Dikuasai Institusi, Kini Hampir 40% SUN FR Dibeli Investor Individu

 

Basis investor Surat Berharga Negara (SBN) individu terus menunjukkan perkembangan. 

Tidak hanya terbatas pada instrumen SBN ritel, investor individu kini mulai merambah pembelian SBN yang selama ini identik dengan investor institusi atau pasar wholesale.

Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menyebut tren tersebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

“Investor individu di instrumen wholesale juga beli. Misalnya pernah dengar nggak, yang fixed rate (FR) yang kami tawarkan di lelang? Fixed rate itu kan diperdagangkan juga di pasar sekunder, itu juga investor individu juga cukup banyak,” ujar Novi usai agenda ORASI di Aroem Resto, Rabu (28/1/2026).

Bahkan, dicatatnya dua tahun terakhir porsi investor individu di instrumen Surat Utang Negara (SUN) seri fixed rate (FR) telah hampir berimbang dengan investor institusi, mencerminkan perubahan signifikan dalam struktur pasar.

"Bahkan itu pun itu berimbang, hampir 40% lebih itu dari investor individu, itu beli yang FR itu," bubuhnya.

Akses yang semakin mudah turut mendorong peningkatan partisipasi investor ritel di SBN wholesale. Melalui perbankan dan platform digital, pembelian SUN FR kini bisa dilakukan dengan nominal relatif kecil.

“Lewat mobile banking atau aplikasi fintech, dengan Rp 1 juta saja investor individu sudah bisa membeli SUN fixed rate, bukan hanya ORI,” kata Novi.

Meski tren ini mencerminkan keberhasilan upaya literasi keuangan, Novi mengingatkan bahwa ruang pengembangan investor domestik masih sangat besar. 

Jika menggunakan Single Investor Identification (SID) sebagai proksi, jumlah investor pasar keuangan baru sekitar 7% dari total penduduk Indonesia.

“Itu trend-nya sudah dari dua tahun terakhir itu semakin meningkat sih. Jadi artinya ya, kita bisa bilang literasi kita berhasil, tapi PR-nya masih banyak," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)