Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Saham-Saham yang Banyak Diborong Investor Asing di Awal Pekan Ini

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada awal pekan ini, salah satunya ditopang penguatan signifikan saham-saham emiten rokok.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup bertambah 34,74 poin atau naik 0,47% ke level 7.466,83 saat perdagangan ditutup, Senin (19/8).

Total volume perdagangan saham di BEI pada Senin mencapai 15,60 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,28 triliun. 

Ada 318 saham yang naik, 276 saham yang turun dan 207 saham lainnya yang tidak berubah.

Investor asing melanjutkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 599,53 miliar di seluruh pasar.  

Akumulasi net buy asing dalam sepekan terakhir mencapai Rp 2,95 triliun.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Senin:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 431,55 miliar
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 244,07 miliar
3. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 74,05 miliar
4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 51,87 miliar
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 39,94 miliar
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 35,61 miliar
7. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 25,76 miliar
8. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 23,62 miliar
9. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 20,15 miliar
10. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 19,84 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)