Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sejumlah Emiten Tebar Dividen Interim di Bulan Agustus, Cek Rekomendasi Sahamnya

 

Berbarengan dengan musim rilis laporan keuangan semester I-2024, sejumlah emiten menebar bonus dalam bentuk dividen interim. Setidaknya sudah ada tujuh emiten yang dijadwalkan membagi dividen interim pada bulan Agustus.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memberikan dividen interim sebesar Rp 986,85 miliar atau setara Rp 50 per saham. Cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi sudah berlangsung pada 2 Agustus 2024.Sementara cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 6 Agustus 2024.

Lalu, ada PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang mengalokasikan dana Rp 201,55 miliar sebagai dividen interim atau Rp 35 per saham. 

Emiten lain yang akan menebar dividen adalah PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK).

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menilai, pembagian dividen interim kali ini relatif sudah in line dengan kinerja emiten. Beberapa mengalami penurunan nilai akibat pertumbuhan laba melambat.

Dari beberapa sektor, secara umum penurunan nilai sudah cukup tergambar dari musim pembagian dividen tahun buku 2023 lalu. Tampak pada kinerja yang cenderung melambat di sejumlah emiten tambang batubara, rokok, otomotif dan consumer staples.

Meski begitu, Audi sepakat emiten yang secara historis gemar membagi bonus kepada para pemegang sahamnya berpotensi kembali memberi dividen interim di tahun ini. 

"Di tengah ketidakpastian pasar, pembagian dividen interim bisa menjadi penopang pergerakan saham emiten," kata Audi kepada KONTAN, Senin (5/8).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini