Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Asing Net Buy Jumbo Rp 1,66 Triliun, Cek Saham yang Banyak Dikoleksi Asing Kemarin

 

. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kembali menyentuh level tertingginya ada perdagangan hari kedua pekan ini.

IHSG tercatat telah rally selama tiga hari perdagangan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG bertambah 67,15 poin atau naik 0,90% ke level 7.533,98 pada penutupan perdagangan Selasa (20/8).

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona hijau dengan total volume perdagangan 21,89 miliar dan nilai perdagangan 19,38 triliun.

Ada 362 saham yang naik, 195 saham yang turun dan 227 saham yang stagnan.

Investor asing terus mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 1,66 triliun di seluruh pasar pada Selasa.

Akumulasi net buy asing sepekan terakhir mencapai Rp 3,3 triliun di eluruh pasar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 681,64 miliar
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 337,9 miliar
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 329,53 miliar
4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 126,72 miliar
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 116,24 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,97 miliar
7. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 68,3 miliar
8. PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 47,02 miliar
9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 35,1 miliar
10. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 30,87 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini