Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Rekomendasi Saham Pilihan Analis Saat IHSG Berpotensi Melaju, Rabu (14/8)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjut melaju pada perdagangan Rabu (14/8). IHSG akan bermula dari posisi 7.356,63 usai ditutup menguat 59,01 poin atau naik 0,81% pada Selasa (13/8).

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah menyoroti indeks-indeks Wall Street yang kembali melanjutkan penguatan, terdorong oleh penurunan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS). Producer Price Index (PPI) turun 0,1% MoM pada Juli, dengan PPI inti  turun lebih baik dari perkiraan menjadi 2,4% YoY di Juli dibandingkan 3% pada Juni.

Hal ini semakin meningkatkan optimisme pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada September. "Sejalan dengan Wall Street, indeks-indeks di Eropa ditutup menguat," ungkap Nurwachidah dalam risetnya, Rabu (14/8).

Dari pasar komoditas, harga minyak melemah, seiring dengan pemangkasan perkiraan pertumbuhan permintaan oleh OPEC. Harga minyak Brent turun 1,96% ke US$ 80,69 per barel dan WTI turun 2,14% ke US$ 78,35 per barel pada Selasa (13/8).

Berlanjut ke bursa domestik, Nurwachidah melihat IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji resistance pada level 7.375 dan support di 7.300 pada hari ini. Secara teknikal, terbentuk rising window bersamaan dengan pelebaran positive slope pada MACD.

Meski demikian, potensi rally kemungkinan mulai terbatas mengingat Stochastic RSI telah memasuki overbought area. "Dari dalam negeri, pasar mengharapkan surplus neraca perdagangan Indonesia yang ditopang oleh berlanjutnya perbaikan kinerja ekspor di Juli 2024," imbuh Nurwachidah.

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melanjutkan, secara teknikal pola inverted head & shoulders IHSG sudah hampir terkonfirmasi. "Jika bisa terkonfirmasi, maka sisa lima bulan menuju akhir tahun 2024 ini IHSG bisa membentuk all time high baru," terang William.

Indikator MACD membentuk bullish divergence memperjelas potensi penguatan lanjutan. William memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat pada rentang 7.244–7.400.

Analyst Stocknow.id Abdul Haq Al Faruqy Lubis juga melihat indikasi IHSG masih kuat untuk melanjutkan tren penguatan pada hari ini. Abdul Haq memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas, dengan menguji level resistance 7.396 dan support di level 7.316.

"IHSG berpotensi melanjutkan tren rally-nya, ditopang oleh sentimen inflow asing dalam enam hari berturut pada perdagangan bursa. Ini menjadi indikasi saham-saham di Indonesia saat ini masih terbilang menarik," terang Abdul Haq.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi memperkirakan, selama di atas garis MA20 maka IHSG berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish-nya. Namun jika kembali breakdown support garis MA20 maka berpeluang untuk kembali menguji support garis MA100 dan kembali ke fase sideways.

Wafi memprediksi rentang pergerakan IHSG saat ini berada pada kisaran 7.200 hingga 7.400. Berikut rekomendasi saham pilihan analis untuk perdagangan Rabu (14/8):

Rekomendasi Saham dari Phintraco Sekuritas:

1. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

  • Rekomendasi: Trading buy
  • Entry: Rp 7.000 - Rp 7.075
  • Target harga 1: Rp 7.600
  • Target harga 2: Rp 7.875 
  • Stop loss: < Rp 6.900.

2. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)

Rekomendasi: Trading buy

  • Entry: Rp 232 - Rp 236
  • Target harga 1: Rp 250
  • Target harga 2: Rp 260
  • Stop loss: < Rp 220.

3. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)

  • Rekomendasi: Trading buy
  • Entry: Rp 920 - Rp 940
  • Target harga: Rp 1.000 - Rp 1.035
  • Stop loss: < Rp 900 (toleransi maksimal < Rp 885).

Saham pilihan lain yang dapat dicermati hari ini adalah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Rekomendasi saham dari WH-Project:

1. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Analisa: Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 418
  • Resistance: Rp 430; Rp 454.

2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

Analisa: Rounding bottom, menguji resistance pada 4.100 sebelum konfirmasi pola.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 3.900
  • Resistance: Rp 4.400.

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Analisa: Potensi penguatan menutup gap pada 6.500.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 6.250
  • Resistance: Rp 6.500.

4. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

Analisa: Pergerakan harga membentuk pola symmetrical triangle dengan neckline pada 3.050 (pola belum terkonfirmasi).

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 2.930,
  • Resistance: Rp 3.120.

Rekomendasi Saham dari Stocknow.id:

1. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)

Strategi swing trade, buy mencermati harga Rp 950

  • Target harga 1: Rp 980
  • Target harga 2: Rp 1.005
  • Stop loss: Rp 920.

2.  PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Strategi swing trade, buy mencermati harga Rp 4.000

  • Target harga 1: Rp 4.130
  • Target harga 2: Rp 4.220
  • Stop loss: Rp 3.860.

3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Strategi swing trade, speculative buy mencermati harga Rp 1.445

  • Target harga 1: Rp 1.490
  • Target harga 2: Rp 1.525
  • Stop loss: Rp 1.395.

4. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Strategi swing trade, buy mencermati harga Rp 428

  • Target harga 1: Rp 440
  • Target harga 2: Rp 452
  • Stop loss: Rp 414.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025