Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Naik ke Level 7.466, Cek Saham-Saham yang Banyak Dijual Asing Kemarin

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada awal pekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup bertambah 34,74 poin atau naik 0,47% ke level 7.466,83 saat perdagangan ditutup, Senin (19/8).

Tercatat, total volume perdagangan saham di BEI pada Senin mencapai 15,60 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,28 triliun. 

Di tengah kenaikan IHSG, ada 318 saham yang naik, 276 saham yang turun dan 207 saham lainnya yang tidak berubah.

Investor asing melanjutkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 599,53 miliar di seluruh pasar.  

Akumulasi net buy asing dalam sepekan terakhir mencapai Rp 2,95 triliun.

Meski demikian, asing juga banyak menjual saham-saham di awal pekan.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Senin:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 161,96 miliar
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 63,2 miliar
3. PT  Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 62,67 miliar
4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 56,18 miliar
5. PT Victoria Investama Tbk (VICO) Rp 44,9 miliar
6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 25,32 miliar
7. PT MNC Land Tbk (KPIG) Rp 23,9 miliar
8. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 23,57 miliar
9. Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) Rp 12,38 miliar
10.PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Rp 7,09 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini