Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Berpeluang Terkoreksi, Cermati Pemicunya

 

Harga emas diprediksi mengalami penurunan pada perdagangan, Selasa (6/8). Hal ini seiring dengan harga emas yang telah mencapai puncaknya, sehingga kemungkinan besar akan mengalami koreksi.

Berdasarkan Trading Economics, harga emas internasional naik tipis 0,18% ke level US$ 2.409 per ons troi pada perdagangan Selasa (6/8) pukul 10.12 WIB. Sedangkan dalam sepekan, harga emas terkoreksi 1,36%. 

Analis dari Dupoin Indonesia, Andrew Fischer mengungkapkan bahwa harga emas telah mencapai puncaknya beberapa waktu lalu, sehingga wajar jika akan terjadi koreksi harga. Koreksi ini terjadi sebagai respon alami pasar setelah periode kenaikan yang signifikan

“Dengan harga yang sudah berada di level tertinggi, potensi kenaikan lebih lanjut menjadi terbatas dan memicu aksi jual oleh para investor yang ingin mengamankan keuntungan mereka,” kata Fischer dalam risetnya, Selasa (6/8). 

Dari sisi teknikal, Fischer menggunakan analisis trendline dan candlestick untuk memperkuat prediksinya. Analisis trendline menunjukkan bahwa harga emas cenderung mengikuti garis tren menurun setelah mencapai puncaknya. 

Selain itu, pola candlestick terbaru juga mengindikasikan adanya tekanan jual yang kuat di pasar emas. Kombinasi dari kedua metode ini memberikan gambaran yang lebih jelas bahwa harga emas kemungkinan besar akan terus menurun dalam waktu dekat.

Tak hanya analisis teknikal, Fischer juga mengamati kondisi pasar global yang turut berkontribusi pada penurunan harga emas. Pada Senin (5/8), harga emas anjlok lebih dari 1%, terjebak dalam arus aksi jual pasar global yang lebih luas yang didorong oleh meningkatnya kekhawatiran ekonomi. 

“Ini menunjukkan adanya tekanan jual yang signifikan di pasar emas, meskipun emas biasanya dianggap sebagai safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi,” imbuhnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)