Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Indosat Gandeng Huawei Kembangkan Pusat Operasi Berbasis Kecerdasan Buatan

 

Indosat Ooredoo Hutchison mengoperasikan Digital Intelligence Operations Center (DIOC) dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ini adalah pusat untuk melayani lebih dari seratus juta pelanggan.

Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, DIOC menjadi salah satu rujukan Indosat menjadi perushaan telekomunikasi berbasis AI. "Integrasi teknologi canggih dan pengembangan talenta, menjadi kombinasi dalam menetapkan standar baru dalam kinerja jaringan dan melayani pelanggan," terang Vikram, Selasa (6/8).

Keunggulan fungsi DIOC dalam memberikan realtime network insights, memungkinkan Indosat beralih dari penyelesaian masalah reaktif ke manajemen layanan proaktif dengan data waktu nyata untuk mengoptimalkan kinerja jaringan. DIOC juga menyediakan end to end service management, termasuk kinerja, pengalaman aplikasi, dan kualitas layanan, yang mempercepat penyelesaian masalah pelanggan.

Kemampuan DIOC mengintegrasikan analisis data dan teknologi mutakhir mendorong data driven innovation yang berkelanjutan. Memungkinkan Indosat mengembangkan produk dan layanan baru yang berfokus pada pelanggan.

DIOC merupakan hasil kerjasama Indosat dan Huawei. Simon Lin, Presiden Huawei Asia-Pacific Region mengatakan, peresmian DIOC Indosat menandai era baru kerja sama dalam mengembangkan pusat inovasi danmanajemen jaringan cerdas. Kolaborasi ini berdasarkan pada kemitraan strategis jangka panjang.

Dalam kolaborasi dengan Huawei melalui pusat layanan dan operasi terkelola, emiten berkode saham ISAT itu melakukan konsolidasi jaringan berfokus pada pengalaman dan secara signifikan meningkatkan kualitas jaringan serta pengalaman pengguna. Pengujian independen pihak ketiga menunjukkan peningkatan substansial Indosat di daerah pedesaan, perkotaan, dan pinggiran kota.

Kecepatan unduh meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun (yoy). Yakni meningkat 44,1% yoy di daerah pedesaan, 43,5% yoy di daerah perkotaan, dan 43,9% yoy di daerah pinggiran kota. Berkontribusi pada kepuasan pelanggan dan kinerja jaringan yang lebih tinggi. Indosat juga meningkatkan cakupan populasi hingga 12,7 juta penduduk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini