Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Simak Rekomendasi Saham MEDC, BRIS dan MIDI dari Ajaib Sekuritas untuk Selasa (26/3)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,38% ke posisi 7.377,76 pada perdagangan Senin (25/3). IHSG mengalami akselerasi ditopang oleh kenaikan saham perbankan. 

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memprediksi pada perdagangan Selasa (26/3) IHSG akan bergerak mixed dan melemah terbatas dalam rentang 7.320 - 7.400. Ratih menyoroti sejumlah informasi yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini.

Dari dalam negeri, kinerja APBN hingga 15 Maret 2024 mengalami surplus Rp 22,8 triliun atau 0,1% dari PDB dengan keseimbangan primer yang juga surplus Rp 132,1 triliun. Pendapatan negara tercatat Rp 493,2 triliun atau setara dengan 17,6% dari target.

Sementara belanja negara sebesar Rp 470,3 triliun atau terkumpul 14,1% dari pagu APBN tahun 2024. "Posisi ekonomi Indonesia yang baik dari segi konsumsi dan industri manufaktur menopang stabilitas keuangan domestik," ungkap Ratih dalam risetnya, Selasa (26/3).

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis indeks konsumen Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan, seperti indeks pengeluaran konsumen (PCE index) dan Michigan Consumer Sentiment. Rilis tersebut memberikan gambaran akan kondisi ekonomi dan angka inflasi AS.

Dari Asia, Singapura melaporkan kenaikan inflasi tahunan pada Februari 2024 sebesar 3,4%. Inflasi tersebut meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,9% yang merupakan inflasi terendah dalam 2 tahun terakhir. Sementara, Bank Sentral Singapura (MAS) memproyeksikan inflasi utama dan inflasi inti pada 2024 berada pada kisaran 2,5%-3,5%.

Berikut rekomendasi saham pilihan dari Ajaib Sekuritas untuk perdagangan hari ini:

1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

  • Rekomendasi buy mencermati harga Rp 1.405
  • Target harga: Rp 1.450
  • Stop loss: < Rp 1360

MEDC dalam major tren bullish di atas MA (20,100). Berpotensi membentuk bullish flag dan lanjutkan penguatan. Indikator stochastic berada di area jenuh jual mengindikasikan rebound dalam jangka pendek.

Harga crude oil kembali mengalami kenaikan di level USD 81,95 per barel atau naik +1,64% (25/3). Kenaikan harga minyak menyusul penurunan nilai tukar dolar dan ekspektasi pelaku pasar bahwa OPEC+ akan membatasi pasokan menjadi salah satu topik pada pertemuan OPEC+ pekan depan 3 April 2024.

2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

  • Rekomendasi Buy mengamati harga Rp 2.660 
  • Target harga: Rp 2.750
  • Stop loss: < Rp 2.550

BRIS dalam major tren bullish di atas MA (5,20,100). Berpotensi bullish continuation dalam fase akumulasi. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi rebound dalam jangka pendek.

Pertumbuhan pembiayaan syariah pada Februari 2024 tercatat 15,89% yoy. Pertumbuhan tersebut di atas target Bank Indonesia (BI), yaitu pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2024 sebesar 10-12%. Penetrasi perbankan syariah nasional juga berpotensi tumbuh, dimana saat ini masih di bawah 10%.

3. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

  • Rekomendasi Buy pada area harga Rp 434
  • Target harga: Rp 448
  • Stop loss: < Rp 420

MIDI secara teknikal berpotensi breakout dari fase sideways, membentuk long white candle dan volume menguat. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.

Sektor primer menjadi sektor yang diuntungkan saat bulan puasa dan libur Lebaran. Pasalnya konsumsi masyarakat meningkat akibat dana THR kepada pekerja yang diwajibkan pemerintah. Sementara, MIDI menargetkan jumlah penambahan Alfamidi dan Lawson baru di tahun 2024 masing-masing sebanyak 200 dan 250 gerai. Adapun belanja modal (Capital Expenditure/ Capex) di tahun 2024 mencapai Rp1,4 triliun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)