Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Menguat Pasca Divestasi, Simak Rekomendasi Saham Vale Indonesia (INCO)

 

Kejelasan kabar divestasi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turut membawa angin segar terhadap sahamnya.

Sehari setelah pengumuman divestasi, yakni pada perdagangan Selasa (27/2), saham emiten produsen nikel ini ditutup naik 3,92% ke level Rp 3.980.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, secara teknikal, penguatan saham INCO pada Selasa (27/2) disertai dengan munculnya volume pembelian.

Pergerakan sahamnya pun mampu berada di atas MA20. Dari indikator lain, MACD berpeluang menguji area positif dan Stochastic yang golden cross juga diperkirakan akan menguji ke area overbought.

Herditya pun merekomendasikan speculative buy saham INCO dengan support Rp 3.680 dan resistance Rp 4.030

Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menilai, kepastian akuisisi saham INCO oleh MIND ID menjadi angin segar bagi INCO. 

Asal tahu, pasca akuisisi ini, MIND ID bakal mengampit sebesar 34% saham INCO dan menjadi pemegang saham terbesar.

Akuisisi ini dapat mendukung kinerja INCO sebagai perusahaan tambang nikel yang paling efisien.

“Karena INCO memiliki smelter sendiri, PLTA sendiri, pelabuhan milik sendiri, dalam satu lokasi yang sama,” terang Kiswoyo, Senin (26/2).

Pada Senin (26/2), Holding industri pertambangan MIND ID resmi mengambil alih 14% saham INCO.

MIND ID  dan pemegang saham INCO yakni Vale Canada Ltd. dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd telah meneken definitive transactions agreement for the acquisition pada Senin (26/2) di Jakarta.

Akuisisi ini dilakukan MIND ID dengan harga Rp 3.050 per lembar saham. Harga akuisisi ini berada di bawah harga INCO saat ini.

Dengan rampungnya akuisisi 14% saham INCO, MIND ID kini mengempit 34% saham INCO.

Selanjutnya: Dow Memimpin Penurunan Wall Street Menjelang Rilis Data Ekonomi, Selasa (27/2)

Menarik Dibaca: Dekati US$ 60.000, Robert Kiyosaki Proyeksi Harga Bitcoin Terbang ke Posisi Ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini