Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (26/3), Ini Sentimen yang Menopangnya

 

Bursa Asia dibuka bervariasi pada hari ini. Selasa (26/3), pukul 08.24 WIB, indeks Nikkei 225 naik 0,11% ke 40.457,01. Sejalan, Hang Seng dibuka menguat 0,45% ke 16.548,5.

Sementara itu, indeks Taiex naik 0,68% ke 20.330,12 dan indeks Kospi juga menguat 1,39% menjadi 2.775,72. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,01% ke 7.811.

Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,29% ke 3.207,41. Sedangkan FTSE Malay melemah 0,24% ke 1.533,79.

Pasar Asia bervariasi karena pasar Amerika Serikat (AS) mengambil jeda menyusul reli yang dipicu oleh optimisme terhadap sikap suku bunga Federal Reserve pada pertemuan terbarunya.

Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, mencatat bahwa ekuitas menjadi mahal, dengan indeks S&P sekarang diperdagangkan dengan premi 33% terhadap rasio harga terhadap pendapatan rata-rata selama 20 tahun terakhir.

“Kita mulai mencapai titik tertinggi pasca FOMC,” katanya kepada CNBC, mengacu pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS minggu lalu.

“Pasar menjadi semakin rentan terhadap penurunan pasar atau mundurnya harga,” lanjutnya.

Sementara itu, investor di Asia juga menunggu data ekonomi dari Asia Tenggara, termasuk output manufaktur Singapura dan neraca perdagangan Thailand. Indeks harga produsen jasa Jepang untuk bulan Februari mencapai 2,1%.

Di sisi lain, ketiga indeks utama Wall Street ditutup melemah, dengan Dow Jones Industrial Average melemah 0,41%, indeks S&P 500 turun 0,31% dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,27%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)