Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pasar Mobil Lesu pada Awal Tahun 2024, Analis Kompak Rekomendasi Hold Saham ASII

 

Penjualan kendaraan roda empat atau four wheels (4W) di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 memang meningkat sebanyak 23% dibanding tahun lalu. 

Namun penjualan mobil secara wholesale nasional hanya meningkat sebesar 1,5% pada Februari dibanding Januari 2024.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dalam riset 15 Maret 2024 menjelaskan jumlah penjualan mobil secara wholesale ini juga turun sebesar 23% secara tahunan atau year on year (YoY).

"Pada dua bulan pertama 2024, jumlah grosir 4W hanya mewakili 13% dari estimasi TA Gaikindo," kata Richard, Jumat (15/3).

Richard meyakini, penjualan mobil di bulan Maret 2024 akan menjadi titik terang sebelum adanya penyesuaian perkiraan volume penjualan 4W setahun penuh 2024. Adapun momen Lebaran juga diprediksi bisa mendorong angka penjualan Maret.

Selain itu, adanya peluncuran produk-produk mobil baru dinilai bisa meningkatkan angka penjualan yang dimulai dari kuartal II-2024. Untuk meningkatkan angka penjualan, 

PT Astra International Tbk (ASII) berencana meluncurkan model BEV dan 2 PHEV baru dalam dua tahun ke depan, dan HEV baru pada tahun 2024.  Richard melihat pasar menanti produk Avanza/Veloz atau Rush HEV, mengingat popularitas Avanza/Veloz berkontribusi sebesar 19% ke penjualan ASII (berdasarkan volume).

Sementara terkait jumlah grosir penjualan kendaraan roda dua atau two wheels (2W) tercatat menurun sebesar 6% MoM di bulan Februari 2024. Angka itu masih relatif kuat yaitu sebesar 558 ribu unit, serupa dengan rata-rata bulanan pada semester II-2023.

Sementara itu analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan penurunan penjualan mobil dipengaruhi masuknya mobil mobil listrik seperti Build You Dreams (BYD).

"Di sisi lain kami juga melihat dari sisi design belum ada pembaharuan, hal ini juga mempengaruhi penurunan pada mobil," kata Azis kepada kontan.co.id, Selasa (19/3).

Meskipun demikian, Azis melihat prospek penjualan mobil ke depannya masih berpotensi tumbuh, terlebih lagi dengan adanya perubahan design atau fitur pada mobil.

Azis pun merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.425 per saham. Richard pun juga merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.600 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)