Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Pasar Mobil Lesu pada Awal Tahun 2024, Analis Kompak Rekomendasi Hold Saham ASII

 

Penjualan kendaraan roda empat atau four wheels (4W) di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 memang meningkat sebanyak 23% dibanding tahun lalu. 

Namun penjualan mobil secara wholesale nasional hanya meningkat sebesar 1,5% pada Februari dibanding Januari 2024.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dalam riset 15 Maret 2024 menjelaskan jumlah penjualan mobil secara wholesale ini juga turun sebesar 23% secara tahunan atau year on year (YoY).

"Pada dua bulan pertama 2024, jumlah grosir 4W hanya mewakili 13% dari estimasi TA Gaikindo," kata Richard, Jumat (15/3).

Richard meyakini, penjualan mobil di bulan Maret 2024 akan menjadi titik terang sebelum adanya penyesuaian perkiraan volume penjualan 4W setahun penuh 2024. Adapun momen Lebaran juga diprediksi bisa mendorong angka penjualan Maret.

Selain itu, adanya peluncuran produk-produk mobil baru dinilai bisa meningkatkan angka penjualan yang dimulai dari kuartal II-2024. Untuk meningkatkan angka penjualan, 

PT Astra International Tbk (ASII) berencana meluncurkan model BEV dan 2 PHEV baru dalam dua tahun ke depan, dan HEV baru pada tahun 2024.  Richard melihat pasar menanti produk Avanza/Veloz atau Rush HEV, mengingat popularitas Avanza/Veloz berkontribusi sebesar 19% ke penjualan ASII (berdasarkan volume).

Sementara terkait jumlah grosir penjualan kendaraan roda dua atau two wheels (2W) tercatat menurun sebesar 6% MoM di bulan Februari 2024. Angka itu masih relatif kuat yaitu sebesar 558 ribu unit, serupa dengan rata-rata bulanan pada semester II-2023.

Sementara itu analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan penurunan penjualan mobil dipengaruhi masuknya mobil mobil listrik seperti Build You Dreams (BYD).

"Di sisi lain kami juga melihat dari sisi design belum ada pembaharuan, hal ini juga mempengaruhi penurunan pada mobil," kata Azis kepada kontan.co.id, Selasa (19/3).

Meskipun demikian, Azis melihat prospek penjualan mobil ke depannya masih berpotensi tumbuh, terlebih lagi dengan adanya perubahan design atau fitur pada mobil.

Azis pun merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.425 per saham. Richard pun juga merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.600 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025