Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasar Mobil Lesu pada Awal Tahun 2024, Analis Kompak Rekomendasi Hold Saham ASII

 

Penjualan kendaraan roda empat atau four wheels (4W) di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 memang meningkat sebanyak 23% dibanding tahun lalu. 

Namun penjualan mobil secara wholesale nasional hanya meningkat sebesar 1,5% pada Februari dibanding Januari 2024.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dalam riset 15 Maret 2024 menjelaskan jumlah penjualan mobil secara wholesale ini juga turun sebesar 23% secara tahunan atau year on year (YoY).

"Pada dua bulan pertama 2024, jumlah grosir 4W hanya mewakili 13% dari estimasi TA Gaikindo," kata Richard, Jumat (15/3).

Richard meyakini, penjualan mobil di bulan Maret 2024 akan menjadi titik terang sebelum adanya penyesuaian perkiraan volume penjualan 4W setahun penuh 2024. Adapun momen Lebaran juga diprediksi bisa mendorong angka penjualan Maret.

Selain itu, adanya peluncuran produk-produk mobil baru dinilai bisa meningkatkan angka penjualan yang dimulai dari kuartal II-2024. Untuk meningkatkan angka penjualan, 

PT Astra International Tbk (ASII) berencana meluncurkan model BEV dan 2 PHEV baru dalam dua tahun ke depan, dan HEV baru pada tahun 2024.  Richard melihat pasar menanti produk Avanza/Veloz atau Rush HEV, mengingat popularitas Avanza/Veloz berkontribusi sebesar 19% ke penjualan ASII (berdasarkan volume).

Sementara terkait jumlah grosir penjualan kendaraan roda dua atau two wheels (2W) tercatat menurun sebesar 6% MoM di bulan Februari 2024. Angka itu masih relatif kuat yaitu sebesar 558 ribu unit, serupa dengan rata-rata bulanan pada semester II-2023.

Sementara itu analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan penurunan penjualan mobil dipengaruhi masuknya mobil mobil listrik seperti Build You Dreams (BYD).

"Di sisi lain kami juga melihat dari sisi design belum ada pembaharuan, hal ini juga mempengaruhi penurunan pada mobil," kata Azis kepada kontan.co.id, Selasa (19/3).

Meskipun demikian, Azis melihat prospek penjualan mobil ke depannya masih berpotensi tumbuh, terlebih lagi dengan adanya perubahan design atau fitur pada mobil.

Azis pun merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.425 per saham. Richard pun juga merekomendasikan hold pada saham ASII dengan target harga Rp 5.600 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini