Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Minyak Stagnan Setelah Tertekan Sejak Awal Pekan

 

Harga minyak stagnan setelah melemah dua hari sejak awal pekan. Harga minyak tertekan oleh skeptisisme seputar China dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. Harga komoditas energi ini juga tertekan oleh penurunan selera risiko investor meskipun mendapat dukungan dari melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).

Rabu (6/3) pukul 8.05 WIB, harga minyak mentah WTI stagnan di US$ 78,15 per barel. Kemarin, harga minyak acuan AS ini turun 0,7% dari posisi US$ 78,74 per barel.

Harga minyak Brent kontrak Mei 2024 turun 0,92% ke US$ 82,04 per barel pada Selasa (5/3).

Tiongkok, importir minyak terbesar di dunia, menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 sekitar 5%. Meskipun target tersebut serupa dengan target tahun lalu dan sejalan dengan ekspektasi para analis, kurangnya rencana stimulus besar-besaran untuk menopang perekonomian negara yang sedang berjuang mengecewakan para investor.

“Target pertumbuhannya baik-baik saja, tetapi yang hilang adalah bagaimana mereka ingin mencapainya, stimulus seperti apa yang masih belum jelas untuk saat ini,” kata analis UBS Giovanni Staunovo seperti dikutip Reuters.

Staunovo menambahkan, sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan yang lebih luas juga memberikan tekanan pada harga minyak. Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa karena meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga AS pada bulan Juni. Sementara Wall Street melemah karena melemahnya saham-saham megacap.

Memberikan dukungan terhadap harga minyak, dolar AS tergelincir karena berkurangnya pertumbuhan di sektor jasa. Greenback yang lebih murah biasanya mendukung harga minyak dengan meningkatkan permintaan dari investor yang memegang mata uang lainnya.

“Di luar itu, pasar sebenarnya hanya menantikan berita utama berikutnya, dengan fokus pada laporan penyimpanan stok selanjutnya,” kata analis Mizuho Robert Yawger.

Laporan pertama dari dua laporan persediaan AS minggu ini, dari kelompok industri American Petroleum Institute, menunjukkan stok minyak mentah AS naik 423,00 barel dalam pekan yang berakhir 1 Maret, kata sumber pasar. Angka tersebut jauh lebih kecil daripada kenaikan 2,1 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Data resmi dari Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis pada hari Rabu pukul 22.30 WIB. Jika EIA melaporkan adanya peningkatan penyimpanan minyak mentah, maka ini akan menjadi minggu keenam berturut-turut peningkatan stok minyak di negara tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini