Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Mixed, Mayoritas Indeks Menguat Pada Perdagangan Rabu (13/3) Pagi

 

Bursa Asia bergerak variasi, dengan mayoritas indeks menguat pada perdagangan Rabu (13/3) pagi. Pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 turun 50,42 poin atau 0,13% ke 38.735,63, Hang Seng turun 34,39 poin atau 0,20% ke 14.059,11, Taiex naik 169,54 poin atau 0,90% ke 20.094,13, Kospi naik 13,80 poin atau 0,51% ke 2.695,56, ASX 200 naik 21,17 poin atau 0,27% ke 7.733,70, Straits Times naik 10,66 poin atau 0,35% ke 3.152,81 dan FTSE Malaysia turun 11,84 poin atau 0,77% ke 1.542,56.

Penguatan bursa Asia didukung optimisme pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada tahun ini, meski inflasi Februari masih lebih tinggi dari perkiraan.

Di Jepang, invetsorakan terberik mencermati kesepakatan pembayaran upah serikat pekerja untuk menentukan apakah kenaikan upah akan cukup kuat bagi Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga pada awal pekan depan.

"Sementara para pedagang di pasar Asia mungkin merasa bingung dengan kombinasi data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan saham-saham AS yang mencapai rekor tertinggi, saham-saham Asia lebih cenderung mencerminkan optimisme dari Wall Street," kata Hebe Chen, analis IG Markets seperti dikutip Bloomberg.

"Namun laporan inflasi tidak diragukan lagi, akan mendorong The Fed untuk memilih sikap mereka dengan ekstra hati-hati pada pertemuan pekan depan."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini