Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Aneka Tambang (ANTM) Targetkan Penjualan Emas Sebanyak 37,35 Ton pada Tahun Ini

 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) optimistis kinerja perusahaan melalui penjualan emas bakal meningkat pada 2024. 

Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie menargetkan optimalisasi kinerja melalui penjualan emas pada 2024 akan mencapai 37,35 ton.

"Nilai itu naik 43% dari capaian penjualan unaudited emas pada 2023 sebesar 26,13 ton," ucapnya kepada Kontan, Selasa (19/3).

Faisal menerangkan pada tahun ini, Antam akan kembali berfokus pada pasar domestik sebagai target market dari produk logam mulia perusahaan. Dia bilang Antam akan terus memperluas layanan transaksi penjualan emas melalui berbagai kanal penjualan, seperti website, e-Commerce resmi perusahaan, jaringan Butik Emas Logam Mulia ANTAM, serta kegiatan pameran. 

Untuk mendorong kinerja, Faisal menyampaikan perusahaan juga terus melakukan inovasi dan diversifikasi produk logam mulia. Terbaru, perusahaan mengeluarkan emas tematik seri Idulfitri 1445 H yang hadir dalam bentuk emas batangan 5 gram, serta gift series 0,5 gram dan 1 gram. 

Sementara itu, Faisal mengungkapkan produk emas Antam merupakan emas batangan yang tersedia dalam berbagai pilihan produk logam mulia untuk dijadikan instrument investasi mulai dari pecahan gramasi terkecil 0,5 gram hingga 1000 gram dengan beberapa pilihan alternatif desain. 

"Sebagai salah satu instrumen investasi yang memiliki sifat lindung nilai (safe haven), emas menjadi pilihan banyak masyarakat dalam beinvestasi," katanya.

Faisal menerangkan, emas merupakan komoditas yang menjadi kontributor terbesar penjualan Antam. Dia menjelaskan capaian kinerja periode Januari 2023 hingga September 2023, emas menyumbang 62% terhadap total penjualan perusahaan. 

Melihat kondisi tersebut dan tren kenaikan harga emas saat ini, Faisal meyakini emas akan menjadi komoditas yang memberikan kontribusi signifikan pada kinerja perusahaan secara keseluruhan pada 2024. 

"Hal itu juga didukung dengan konsistensi perusahaan dalam peningkatan nilai tambah produk emas logam mulia melalui berbagai inovasi dan penguatan pasar terutama di dalam negeri yang menjadi pasar utama produk emas logam mulia Antam," kata Faisal. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini