Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Berikut Rekomendasi Saham BBNI, AMRT, BRIS, ASSA dan ANTM untuk Rabu (13/3)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memulai perdagangan Rabu (13/3) dari posisi 7.381,90. Level ini didapat usai IHSG menguat 0,11% pada akhir pekan lalu, Jumat (8/3). IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi (all time high) pada level 7.416,43.

Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu) Cheril Tanuwijaya mengamati penguatan IHSG ditopang oleh sentimen pembagian dividen dari perbankan berkapitalisasi besar dimana ex date terjadi pada pekan ini untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

"Penguatan sektor keuangan ditopang oleh berlanjutnya kenaikan saham-saham perbankan big caps hingga mencatatkan level tertinggi baru," ungkap Cheril dalam riset yang disiarkan Rabu (13/3).

Cheril menyoroti faktor eksternal, seperti dari mayoritas bursa saham global yang lanjut menguat, namun sideways di bursa Asia. Rilis inflasi Amerikan Serikat (AS) periode Februari direspons minim oleh pasar saham global. Bursa AS dan Eropa melanjutkan penguatan ditopang oleh sektor teknologi dan komunikasi.

Secara tahunan, inflasi AS periode Februari naik ke 3,2% dan di atas perkiraan pasar, namun secara bulanan masih sesuai perkiraan dan inflasi inti stagnan di 0,4%. Rilis data ini tidak berpengaruh signifikan pada ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed yang diperkirakan terjadi pada Juni 2024.

Di sisi lain, Bursa saham Asia bergerak variatif dengan penguatan signifikan terjadi pada indeks Hangseng setelah Sidang Parlemen “Dua Sesi” di Tiongkok berakhir dengan kesepakatan anggaran pemerintah tahun 2024 dan komitmen pemerintah untuk fokus pada pemulihan industri manufaktur Tiongkok. Hal ini turut membawa harapan pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah Asia.

Dari komoditas, hasil rapat bulanan OPEC tidak merevisi proyeksi permintaan minyak global untuk 2024-2025, namun OPEC merevisi naik target pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,1% ke 2,8% yang didukung oleh trend penurunan inflasi global.

Kembali ke bursa domestik, secara teknikal IHSG telah breakout EMA 5 diikuti oleh stochastic yang menguat sehingga berpotensi melanjutkan kenaikan. IHSG berpeluang menguat dalam konsolidasi antara rentang area 7.420 - 7.360.

Cheril memprediksi support IHSG hari ini berada di area 7.360, 7.330 dan 7.285. Sedangkan resistance berada di posisi 7.420, 7.450, dan 7.500. 

Berikut rekomendasi saham yang menarik dicermati untuk perdagangan hari ini:

1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

BBNI masih bergerak dalam strong uptrend dengan potensi penguatan kembali yang didukung oleh kenaikan volume dan momentum stochastic yang menguat.

Rekomendasi: Buy
Entry Level: Rp 6.050 - Rp 6.100
Take Profit:Rp 6.200 - Rp 6.350
Stop Loss: Rp 5.950.

2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

AMRT berpotensi menembus area support becomes resistance yang ditandai dari harga yang masih bertahan di atas EMA 5 dan momentum stochastic yang menunjukan peluang penguatan lanjutan.

Rekomendasi: Buy
Entry Level: Rp 2.770 - Rp 2.800
Take Profit: Rp 2.840 - Rp 2.880
Stop Loss: Rp 2.720.

3. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

BRIS telah menembus area resistance dengan potensi penguatan ke area harmonic resistance selanjutnya yang didukung oleh pembentukan volume dan momentum stochastic yang masih bergerak menguat di area netral.

Rekomendasi: Buy
Entry Level: Rp 2.520 - Rp 2.600
Take Profit: Rp 2.680 - Rp 2.780
Stop Loss: Rp 2.450.

4. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

ASSA berpotensi melanjutkan kenaikan setelah menembus resistance dari downtrendline dengan dukungan kenaikan volume dan momentum stochastic yang masih menunjukan penguatan.

Rekomendasi: Buy
Entry Level: Rp 790 - Rp 805
Take Profit: Rp 835 - Rp 855
Stop Loss: Rp 770.

5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

ANTM sedang melakukan transisi tren dengan menembus bearish trendline dan mencoba naik ke atas area resistance terdekat dimana hal ini didukung oleh momentum stochastic yang sedang menguat.

Rekomendasi: Buy
Entry Level: Rp 1.550 - Rp 1.580
Take Profit: Rp 1.620 - Rp 1.650
Stop Loss: Rp 1.510.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)