Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Demokrat Pede Sebut AHY Akan Dilirik Partai Lain Sebagai Capres 2024


Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan mengatakan bahwa Demokrat masih percaya diri ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pasti akan dilirik partai lain sebagai calon presiden. Demokrat yakin bisa meningkatkan elektabilitas AHY sebagai calon presiden.

"Kalau tiba-tiba AHY elektabilitas nomor satu, misalkan. Kalau nomor satu semua pasti mau," ujar Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syariefuddin Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2022).

Demokrat mengaku AHY sebagai calon presiden tidak menjadi persyaratan untuk berkoalisi. Namun, Demokrat tetap mendorong AHY sebagai calon presiden (capres).

"Tidak, kita enggak harus. Tetapi Demokrat sangat mendorong. Tapi tidak merupakan persyaratan, kami sangat terbuka. Tergantung elektabilitas nanti," kata Syarief.

Elektabilitas AHY diupayakan untuk terus ditingkatkan. Nama AHY juga akan dibawa ke mitra koalisi sebagai calon presiden yang perlu dipertimbangkan.

"Kemudian kesepakatan di antara koalisi nanti, tentu saja kita berkoalisi dengan partai A misalnya, ya nanti kita duduk bareng-bareng. Siapa sebagai nomor satu, siapa nomor dua," ujar Syarief.

Sebelumnya, Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan partainya masih menjajaki komunikasi secara intens dengan lintas partai. Namun, dia menampik telah bergabung dengan salah satu koalisi partai yang sudah ada saat ini.

"Terkait isu bakal bergabung dengan salah satu koalisi yang sudah terbentuk, Demokrat menegaskan belum ada pembahasan mengenai itu," kata Herzaky dalam keterangan tertulis diterima, Jumat 12 Agustus 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini