Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

200 Warga di Italia Jalani Vaksinasi Cacar Monyet, 600 Lainnya Waiting List

 

Italia pada Senin, 8 Agustus 2022, mulai menjalani kampanye vaksinasi cacar monyet karena jumlah kasus yang terjangkit monkeypox terus meningkat di saat otoritas kesehatan melaporkan kekurangan vaksin di seluruh dunia.

Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 545 kasus cacar monyet di Italia. Kampanye vaksinasi dimulai sebulan lebih cepat setelah negara-negara lain juga melaporkan kasus yang lebih tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Spanyol.

Dosis pertama akan diberikan di rumah sakit Spallanzani di Roma, kata rumah sakit tersebut dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari situs Channel News Asia pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Selama ini, vaksin dan perawatan untuk cacar monyet seringkali diserahkan kepada klinik kesehatan seksual yang secara historis kekurangan dana untuk dikelola.

Menurut pihak rumah sakit, sudah ada 200 orang yang akan divaksinasi per Senin waktu setempat, serta 600 permintaan pemesanan.

Rumah sakit Spallanzani mengatakan bahwa vaksin yang digunakan adalah Jynneos (MVA-BN), vaksin cacar yang dibuat oleh Bavarian Nordic dan telah disetujui oleh European Medicines Agency untuk perlindungan terhadap monkeypox.

Vaksinasi cacar monyet juga akan dimulai di ibukota keuangan Italia, Milan pada Kamis, 11 Agustus 2022.

Ditularkan Kaum Gay

Sebagian besar virus cacar monyet ditularkan di antara pria gay dan biseksual. Saat ini virus telah menyebar di sejumlah negara-negara endemik, yang dimulai sejak Mei 2022.

Cacar monyet menyebar melalui kontak dekat, menyebabkan luka bernanah dan memunculkan gejala seperti flu, dan jarang berakibat fatal.

Reuters mencatat bahwa saat ini ada 26.500 kasus monkeypox di seluruh dunia di luar negara-negara di mana biasanya menyebar.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Juli 2022 menyatakan cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan global yang harus menjadi perhatian internasional. Ini merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi.

Menyusul langkah WHO, Amerika Serikat --- yang sekarang memiliki kasus terbanyak di dunia --- juga menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat pada 4 Agustus 2022.

Kementerian Kesehatan Italia mengatakan bahwa gay, pria biseksual, dan transgender yang baru saja berhubungan seks dengan banyak pasangan, baru-baru ini memiliki infeksi menular seksual atau menggunakan obat-obatan kimia saat berhubungan seks, akan memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin.

Staf rumah sakit yang menangani kasus cacar monyet juga memenuhi syarat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025