Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Mendag Ingin Indonesia Kuasai Pasar Fashion Muslim Dunia


Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) mengutarakan keinginannya agar produk fashion muslim asal Indonesia bisa merajai dunia. Hal itu diungkapkannya dalam acara Road to Jakarta Muslim Fashion Week di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

"Saya kira saatnya Indonesia go global, menguasai dunia, khususnya untuk pakaian muslim. Kami akan mendukung, Kemendag, apa-apa yang diperlukan," ujar Zulkifli Hasan.

Mendag mengaku, dirinya telah mendapat bisikan akan adanya gelaran London Fashion Week dalam waktu dekat. Namun, ia mengetahui teman-teman perancang pastinya membutuhkan ongkos yang besar agar bisa ikut pergelaran tersebut.

"Itu harus kita dukung, tahun ini ya acaranya. Mudah-mudahan dari Kemendag mendukung agar apa yang ditampilkan tadi bisa menyerbu dunia, sehingga kita jadi kiblat industri muslim dunia," ungkapnya.

Merujuk pada data, ia menyebut, ekspor pakaian muslim dari Tanah Air menunjukan adanya peningkatan. Pada semester I 2022, Indonesia membukukan ekspor USD 2,8 miliar untuk brand-brand muslim.

Namun, menurutnya capaian tersebut masih kalah besar dibanding negara-negara lain yang justru mayoritas penduduknya bukan beragama Islam, semisal Vietnam.

"Yang menarik ini ada data ekspor pakaian muslim, di semester pertama nilainya cukup besar, USD 2,8 miliar. Itu naik 39 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang nilainya USD 2,04 miliar," terang Mendag.

"Meski naik tapi masih kecil. Kita berada pada posisi ke-13 eksportir pakaian muslim dunia, dan share 1,86 persen, kecil sekali. Masa kalah dengan Dubai dan Vietnam, itu enggak masuk akal. Ini kita jadikan momentum menyerbu pasar global," serunya.

Kementerian Perdagangan terus berupaya mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal dunia pada 2024 mendatang.

Salah satunya dengan menyelenggarakan acara Road to Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 yang bersamaan dengan gelaran Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2022 di Gandaria City Mall, Jakarta, hari ini, Minggu (22/5).

“Glowing with JMFW 2023” tersebut merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) – Kementerian Perdagangan bersama, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Yayasan Putri Indonesia, serta PT Mustika Ratu Tbk.

Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Frida Adiati, Dewan Penasehat Yayasan Puteri Indonesia Putri Kuswisnu Wardani, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perdagangan Juan Permata Adoe, Staf Khusus Wakil Presiden R.I Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Miftah Farid, serta Komite Promosi Fashion Muslim Indonesia.

“Ada dua faktor utama yang membuat Indonesia berpotensi menguasai pasar fesyen muslim dunia, yaitu kekayaan budaya dan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian tinggi. Indonesia memiliki merek fesyen muslim yang sudah mengikuti acara fesyen dunia internasional. Selain itu, dalam hal pengembangan SDM, saat ini juga sudah banyak sekolah fesyen di Indonesia,” kata Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Didi mengatakan, SDM industri fesyen muslim perlu diberikan akses seluas-luasnya dalam hal ketersediaan bahan baku, maupun kesempatan untuk terjun dalam industri fesyen nasional. Hal ini bertujuan mewujudkan industri fesyen muslim yang berdaya saing.

Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Frida Adiati mengungkapkan, sinergi yang kuat antara industri fesyen muslim dan kosmetika nasional berkontribusi besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia untuk menjadi negara produsen produk halal terbesar dunia.

“Kami menyadari upaya membangun ekosistem fesyen muslim secara serius dan berkelanjutan akan memberikan efek domino bagi industri penunjang dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Selain itu, juga dapat mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Kiblat Fashion Muslim dunia tahun 2024," kata dia.

"JMFW hadir tidak hanya mempromosikan produk fashion, tapi juga mengangkat potensi produk kosmetik Indonesia,” tutur Frida.

Frida optimis Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim yang besar dapat menangkap peluang, sehingga dapat menguasai pasar produk halal global.

Hal itu juga mengingat tren permintaan produk halal saat ini semakin meningkat.Direktur Pengembangan Produk Ekspo Miftah Farid menambahkan sebagaimana komitmen kita bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia, maka banyak hal yang perlu kita kerjakan bersama-sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025