Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bola Ganjil: Sukses Capai Semifinal Liga Champions Meski Berjuang dari Kualifikasi

 


Trofi Liga Champions jadi salah satu gelar impian para pesepak bola. Dengan banyak yang menginginkan, tentu tidak mudah mendapatkannya.

Berbagai pengorbanan harus diambil. Salah satunya secara finansial. Sudah banyak contoh kasus klub yang mengeluarkan ratusan juta demi menggenggam Si Telinga Besar.

Chelsea dari Inggris salah satunya. Roman Abramovich berambisi menduduki takhta Eropa ketika mengambil alih klub pada 2003. Namun, The Blues baru bisa melakukannya hampir satu dekade berselang, tepatnya tahun 2012.

Kesuksesan Chelsea mendorong pemilik kaya lain melakukan hal serupa, contoh utama di Paris Saint-Germain dan Manchester City. Meski begitu, kedua klub tersebut sejauh ini masih menanti gelar.

Perjuangan panjang juga jadi salah satu syarat untuk memenangkan Liga Champions. Berbagai pertandingan mesti dilakoni, terutama bagi mereka yang datang dari negara kecil.

Klub-klub ini harus memulai perjuangan dari penyisihan awal, dengan kompetisi musim 2022/203 sudah berlangsung sejak 21 Juni lalu.

Walau mesti jalan berliku, sejumlah nama sukses membuat kejutan dengan mencapai putaran-putaran akhir. Ini adalah kisah mereka.

Secara reputasi, Liverpool sebenarnya punya harga diri tinggi. The Reds sudah berstatus juara lima kali usai memenangkan edisi 2004/2005.

Namun, mereka harus memulai kompetisi 2005/2006 sejak kualifikasi babak pertama. Sebab, meski menjuarai musim sebelumnya, Liverpool gagal berada di zona otomatis lolos pada liga domestik. Klub Merseyside itu cuma menempati peringkat lima Liga Inggris.

UEFA akhirnya membuat pengecualian agar sang juara bertahan berkesempatan mempertahankan titel. Liverpool pun mesti melakoni nama-nama seperti Total Network Solutions (Wales), FBK Kaunas (Lithuania), dan CSKA Sofia (Bulgaria) untuk mencapai babak utama.

Mereka kemudian memuncaki grup yang berisi Chelsea, Real Betis, dan Anderlecht. Sayang langkah Liverpool dihentikan Benfica pada perdelapan final.

Seperti Liverpool, Dynamo Kiev juga bukan nama sembarangan dengan memenangkan tiga edisi kompetisi Eropa. Namun, mereka harus memulai Liga Champions 1998/1999 dari kualifikasi babak pertama karena buruknya koefisien.

Terlepas itu, Andriy Shevchenko dan kawan-kawan bisa mencapai semifinal. Mereka mengikuti jejak Paris Saint-Germain (1994/1995) dan Panathinaikos (1995/1996) yang terlebih dahulu melakukannya. PSG dan Panathinaikos juga sukses menembus babak empat besar meski mengawali kompetisi dari penyisihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini