Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Kembali Sentuh Posisi 7.000, Saham MTLA Melonjak 17,51 Persen

 


Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal sesi perdagangan saham Senin (1/8/2022). Penguatan IHSG ditopang mayoritas sektor saham yang menghijau dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 21 poin ke posisi 6.972,52. Indeks LQ45 bertambah 0,72 persen ke posisi 985,96. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.996,14 dan terendah 6.966,75.

Sebanyak 261 saham menghijau dan 195 saham melemah. 182 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan  296.073 kali dengan volume perdagangan 6,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 3,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.871.

Pada pukul 09.45 WIB, IHSG sempat sentuh level tertinggi 7.005 dan terendah 6.966,75.

Mayoritas sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXbasic menanjak 0,88 persen, dan pimpin penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi mendaki 0,85 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur naik 0,79 persen. Kemudian indeks sektor saham IDXproperty mendaki 0,69 persen, dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal menanjak 0,71 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXhealth susut 0,80 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal tergelincir 0,31 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG ditutup melemah tipis ke 6.951 pada Jumat, 29 Juli 2022. Investor asing kembali melakukan aksi beli saham setelah pertemuan FOMC dan didukung kinerja keuangan emiten kuartal II 2022. Saham bank besar menopang indeks saham dengan saham BMRI naik 2,8 persen. Hal ini seiring laba yang kuat.

Di sisi lain, saham konsumsi melemah yang didorong saham SIDO turun 6,7 persen, GGRM susut 2,5 persen dan HMSP turun 1,1 persen.

Saham logam dasar juga hambat IHSG setelah reli dua digit pada hari sebelumnya. Saham ANTM melemah 2,3 persen, TINS turun 3 persen, INCO tergelincir 1,2 persen.

Sedangkan saham ASII bertambah 4,6 persen dan UNTR naik 3,2 persen setelah rilis kinerja yang kuat pada kuartal II 2022. Sementara itu, saham BMTR dan MNCN memperpanjang penguatan seiring kabar grup perseroan berencana merger.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)