Postingan

Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bank Indonesia Suntik Modal Perbankan Rp129 Triliun Hingga 15 Oktober 2021

  Bank Indonesia (BI) melaporkan kondisi likuiditas perbankan sangat longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif. Menyusul adanya penambahan suntikan likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp129,92 triliun hingga 15 Oktober 2021. "Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp129,92 triliun pada tahun 2021 (hingga 15 Oktober 2021)," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Oktober 2021, Selasa (19/10). Selain tambahan likuiditas, Bank Indonesia juga melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2021. Yakni sebesar Rp142,54 triliun hingga 15 Oktober 2021. "Terdiri dari Rp67,08 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO)," bebernya. Dengan ekspansi moneter tersebut, kata Perry, kondisi likuiditas perbankan pada September 2021 menjadi sangat longgar. Hal ini tercermin...

Bank Indonesia: Penyaluran KPR Naik 8,67 Persen di September 2021

  Bank Indonesia (BI) mencatat seluruh kelompok penggunaan kredit telah tumbuh positif. Terutama kredit konsumsi dan kredit modal kerja. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan kredit yang lebih tinggi tercatat pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Yakni sebesar 8,67 persen pada September 2021. "Hal ini sejalan dengan tingginya permintaan kredit kepemilikan rumah," tuturnya dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Oktober 2021, Selasa (19/10). Selain KPR, pertumbuhan kredit UMKM meningkat menjadi sebesar 2,97 persen (yoy) pada September 2021. Menurut Perry, ini mengindikasikan perbaikan lebih lanjut dunia usaha pada sektor UMKM. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan terus melanjutkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong peningkatan kredit perbankan. "Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit pada 2021 diprakirakan pada kisaran 4 persen -6 persen dan pertumbuhan DPK pada kisaran 7 persen -9 persen,...

Per Oktober 2021, Bank BTN Telah Salurkan 110.000 Unit KPR Subsidi

  PT Bank Tabungan Negara atau BTN mencatat telah menyalurkan 110.000 unit KPR subsidi hingga pertengahan Oktober 2021. Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan penyaluran KPR Subsidi untuk 130.000 hingga 140.000 subsidi. Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi tahun depan akan semakin cerah seiring melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Hal ini diharapkan diikuti oleh peningkatan ekonomi dari berbagai sektor sehingga dapat berimplikasi dalam pembelian properti di tahun depan. Selain itu, penyaluran KPR subsidi juga didukung banyaknya kerja sama perseroan dengan developer - developer yang memiliki potensi perumahan untuk mendukung penyaluran KPR Bersubsidi serta penyempurnaan yang dilakukan sehingga membantu proses percepatan akad KPR Bersubsidi. "BTN juga melakukan kerja sama yang baik antar stakeholder lainnya untuk menciptakan pasokan dan permintaan perumahan KPR Subsidi dan tentunya dukungan pemerintah dalam mendoro...