Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

SpaceX anjlok, kekayaan Musk turun US$150 miliar dalam sehari

 

Ekonom Peter Schiff menyoroti penyusutan nilai kekayaan Elon Musk sekitar US$150 miliar dalam sehari setelah saham SpaceX jatuh 16,5% pada Senin (22/6),dan menyebut angka itu bahkan melampaui total kekayaan investor legendaris Warren Buffett.

Dikutip dari TheStreet, penurunan saham SpaceX (SPCX) sebesar 16,5% dalam satu sesi perdagangan pada Senin (22/6) diperkirakan memangkas sekitar US$150 miliar dari nilai kepemilikan Musk di perusahaan tersebut.

Meski menyoroti besarnya penurunan itu, Schiff mengatakan tidak ada alasan untuk merasa kasihan kepada Musk karena bos SpaceX dan Tesla tersebut masih menjadi satu-satunya triliuner di dunia.

Penurunan saham SpaceX juga menarik perhatian investor kripto. Saat melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan harga US$135 per saham, SpaceX disebut mencatat permintaan lebih dari US$1 miliar untuk versi tokenisasi sahamnya di berbagai platform kripto.

Bybit, Bitget Wallet, dan Binance Wallet saat itu menawarkan SPCXx, yakni produk tokenisasi saham SpaceX yang diterbitkan melalui xStocks, protokol yang mengubah saham riil menjadi token berbasis blockchain.

Namun, permintaan yang jauh melampaui pasokan membuat ketiga platform itu membatalkan kampanye pada hari pencatatan saham dan mengembalikan dana investor.

Schiff sebelumnya juga pernah menyoroti kekayaan Musk untuk mengamati cara pasar modern menilai kekayaan. Setelah IPO SpaceX awal bulan ini, ia menulis bahwa Musk menjadi orang pertama yang melampaui John D. Rockefeller sebagai warga negara terkaya dalam sejarah.

Namun, Schiff menambahkan bahwa jika disesuaikan dengan inflasi lebih dari satu abad, Rockefeller menghasilkan sekitar US$2 miliar per tahun dalam pendapatan riil, bukan sekadar kekayaan di atas kertas. Sebaliknya, Musk tidak menerima gaji dari perusahaan-perusahaannya.

Menurut Schiff, naik-turunnya kekayaan ekstrem Musk lebih mencerminkan sentimen investor dan naik-turunnya harga saham, bukan uang tunai nyata yang ia terima. Contohnya terlihat saat saham SpaceX anjlok, yang membuktikan betapa cepatnya kekayaan ratusan miliar dolar bisa hilang dalam sehari hanya karena bergantung pada valuasi satu perusahaan.

Belum diketahui apakah saham SpaceX akan pulih dalam sesi-sesi berikutnya. Namun, komentar Schiff kembali menegaskan perbedaan antara kekayaan yang berfluktuasi mengikuti suasana pasar dan kekayaan yang benar-benar dihasilkan. (ARF)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini