IGRC tolak jalur baru Selat Hormuz versi Oman
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menolak jalur pelayaran alternatif di Selat Hormuz yang dirilis oleh Oman.
Jalur baru tersebut dibuka tanpa persetujuan Teheran, di saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu para pemimpin negara Teluk untuk membahas keamanan kawasan dan upaya perdamaian dengan Iran.
Dikutip dari Al Jazeera, Angkatan Laut IRGC memperingatkan agar kapal-kapal tidak menggunakan rute alternatif versi Oman tersebut, yang mereka sebut sebagai rute “tidak sah” di Selat Hormuz.
Iran menegaskan kapal harus melintas melalui koridor yang telah ditetapkan Teheran atau berisiko menghadapi sanksi secara hukum. Sebelumnya, Oman memang telah merilis panduan pelayaran di selat tersebut dengan koordinasi bersama Organisasi Maritim Internasional PBB.
Di saat yang sama, Rubio tiba di Bahrain untuk menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) di Manama pada Kamis (25/6).
Sebelum ke Bahrain, Rubio mengunjungi Uni Emirat Arab dan Kuwait pada Rabu (24/6). Ia berupaya meyakinkan sekutu-sekutu regional bahwa AS akan memastikan setiap kesepakatan dengan Iran tetap memperhatikan kepentingan keamanan dan ekonomi dari negara-negara Teluk.
Meski demikian, perbedaan sikap terkait program nuklir Iran masih membayangi. Kepala Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengatakan para inspektur lembaga itu akan kembali ke fasilitas nuklir Iran. Namun, Teheran menegaskan inspeksi baru akan dilanjutkan setelah tercapai kesepakatan final dengan AS.
Iran juga menuding NATO ikut terlibat dalam perang yang disebutnya sebagai “agresi ilegal”, setelah Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa sekutu-sekutu Eropa mendukung serangan AS dan Israel.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut negara-negara anggota NATO yang terlibat, termasuk Italia dan Rumania, harus dimintai pertanggungjawaban.
Di sisi lain, Korea Selatan melaporkan lima kapal tambahan yang dioperasikan pihaknya telah melintasi Selat Hormuz dengan aman. Hal tersebut menandakan pelonggaran pembatasan pelayaran secara bertahap. Pemerintah Korea Selatan menyebut masih ada 13 kapalnya yang berada di jalur strategis tersebut.
Sementara itu di Lebanon, ketegangan tetap berlangsung meski diplomasi dan gencatan senjata terus diupayakan. Dua orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di dekat kota Nabatieh pada Rabu (24/6). Pada saat yang sama, warga desa Ain al-Arab di Lebanon selatan diperintahkan meninggalkan rumah mereka atau menghadapi pembokaran secara paksa.
Insiden tersebut terjadi ketika pejabat Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan di Washington DC, termasuk membahas zona percontohan yang diharapkan dapat membuka jalan bagi penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan dan pengerahan tentara Lebanon ke wilayah tersebut. (ARF)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar