Prabowo kejar ekonomi tumbuh 6,5% dengan defisit lebih rendah

  Presiden Prabowo Subianto menetapkan target defisit fiskal Indonesia tahun 2027 di kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB), seiring ambisinya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6,5%. Dalam pidato kenegaraan di parlemen pada Rabu (20/5/2026), Prabowo menegaskan pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat langsung bagi seluruh rakyat Indonesia. “Saya yakin setiap patriot akan mendukung ini bumi, air, dan semua sumber daya di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo, seperti dikutip Channelnewsasia. Target defisit tersebut jauh lebih rendah dibanding proyeksi Kementerian Keuangan untuk 2026 sebesar 2,9% terhadap PDB yang telah memperhitungkan dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global. Selain itu, pemerintah menargetkan inflasi 2027 berada di rentang 1,5%-3,5%, dengan pertumbuhan ekonomi dipatok antara 5,8% hingga 6,5%. Pernyataan Prabowo mengenai pengelolaan sumber daya alam muncul...

Trump ultimatum Iran, AS siap serang lagi dalam hitungan hari

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang memberi tambahan waktu bagi Iran untuk menyepakati perjanjian damai baru, namun menegaskan Washington siap melancarkan serangan lanjutan jika negosiasi gagal mencapai hasil.

Berbicara kepada wartawan di Joint Base Andrews, Rabu (21/5), Trump mengatakan situasi saat ini berada di titik yang sangat rawan dan dapat berubah cepat sewaktu-waktu.

“Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, prosesnya akan berlangsung sangat cepat. Kita semua sudah siap,” kata Trump.

Saat ditanya berapa lama AS akan menunggu, ia menjawab, “Bisa jadi beberapa hari, tapi bisa juga berlangsung sangat cepat.”

Baca Juga: AS dakwa tiga karyawan Telekom Malaysia atas dugaan penggelapan dana

Seperti dikutip Reuters, pernyataan itu muncul enam pekan setelah Trump menghentikan Operation Epic Fury untuk membuka jalan gencatan senjata.

Namun hingga kini, pembicaraan damai belum menunjukkan kemajuan berarti, sementara lonjakan harga bensin mulai menekan tingkat popularitas Trump menjelang pemilu Kongres November mendatang.

Trump kembali menegaskan tekadnya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Di tengah ancaman Washington, Iran memperingatkan perang bisa meluas melampaui kawasan Timur Tengah jika AS kembali menyerang.

“Jika agresi terhadap Iran terulang kembali, perang regional yang dijanjikan kali ini akan melampaui wilayah tersebut,” kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan.

Teheran juga membentuk otoritas baru bernama “Otoritas Selat Teluk Persia” untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Iran menyatakan kapal yang melintas wajib memperoleh izin dari otoritas baru tersebut.

Ketegangan terbaru muncul setelah Trump mengungkap dirinya sempat berada “satu jam” dari keputusan sebelum melancarkan serangan baru pekan ini menyusul permintaan sejumlah negara Teluk.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai berbagai manuver Amerika menunjukkan persiapan menuju serangan baru masih berlangsung.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tetap terbuka untuk negosiasi, tetapi menolak tekanan dari Washington.

“Memaksa Iran untuk menyerah melalui paksaan hanyalah ilusi belaka,” tulis Pezeshkian melalui akun X miliknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Iran tetap menjalankan negosiasi dengan “keseriusan dan itikad baik”, tetapi menyimpan “kecurigaan kuat dan masuk akal terhadap tindakan Amerika.”

Pakistan, yang menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan damai sejauh ini, kembali memainkan peran sebagai mediator.

Menteri Dalam Negeri Pakistan berada di Teheran pada Rabu untuk membawa pesan antara kedua pihak.

Iran juga telah mengajukan proposal baru kepada Washington pekan ini. Namun isi tawaran tersebut disebut masih mencakup tuntutan lama yang sebelumnya ditolak Trump, termasuk soal kendali Selat Hormuz, kompensasi perang, pencabutan sanksi, pembebasan aset Iran yang dibekukan, hingga penarikan pasukan AS.

Di pasar energi, ketegangan mulai memengaruhi arus pelayaran global. Iran sebelumnya membatasi lalu lintas di Selat Hormuz sejak konflik pecah pada Februari lalu, memicu gangguan terbesar terhadap pasokan energi dunia dalam sejarah modern.

Tanker Korea dan China Lewat

Meski demikian, dua kapal tanker raksasa China yang membawa sekitar 4 juta barel minyak dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz pada Rabu. Korea Selatan juga menyatakan sebuah kapal tankernya tengah melintas melalui koordinasi dengan Iran.

Data Lloyd’s List menunjukkan sedikitnya 54 kapal melintasi Selat Hormuz pekan lalu, naik dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya, meski masih jauh di bawah rata-rata normal sebelum perang yang mencapai 140 kapal per hari.

Harga minyak dunia sempat melonjak akibat kekhawatiran perang meluas, tetapi kembali turun setelah pasar melihat peluang tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran. Kontrak Brent crude satu bulan ditutup turun 5,63% ke level US$105,02 per barel.

“Para investor sangat ingin mengukur apakah Washington dan Teheran benar-benar dapat menemukan titik temu dan mencapai kesepakatan perdamaian, mengingat sikap AS yang berubah setiap hari,” kata analis Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa.

Sejak perang dimulai, ribuan orang dilaporkan tewas di Iran akibat serangan AS-Israel sebelum gencatan senjata diberlakukan pada awal April. Konflik juga meluas ke Lebanon dan negara-negara Teluk, sementara Iran masih mempertahankan kemampuan rudal, drone, serta jaringan militianya di kawasan.(DH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)