Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Gas Alam Menguat Meski Masih di Level Terendah

  Seminggu Selasa, 26 Mei 2026 / 08:55 WIB INDEKS BERITA Harga Gas Alam Menguat Meski Masih di Level Terendah Seminggu ILUSTRASI. Produksi Gas Alam (KONTAN/Daniel Prabowo) Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gas alam berjangka AS naik menjadi US$ 2,93 per MMBtu pada perdagangan Selasa (26/5). Tetapi harga gas alam tetap berada di dekat level terendah dalam satu minggu karena prospek cuaca yang lebih hangat dan peningkatan persediaan terus menekan harga. Suhu diperkirakan akan tetap mendekati normal musiman hingga awal Juni, mengurangi ekspektasi peningkatan permintaan sektor energi. Laporan Energy Information Administration (EIA) AS terbaru menunjukkan, perusahaan energi menyuntikkan 101 bcf gas ke dalam penyimpanan pada minggu yang berakhir 15 Mei. Jumlah itu lebih besar dari ekspektasi pasar untuk penambahan 95 bcf dan peningkatan rata-rata lima tahun sebesar 92 bcf untuk periode yang sama. Hal itu memperkuat kekhawatiran tentang pasokan yang melimpah. Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (26/5), permintaan gas umpan yang lebih lemah dari fasilitas ekspor menambah tekanan lebih lanjut, dengan aliran ke terminal utama AS menurun dari rekor 18,8 bcfd pada bulan April menjadi sekitar 17,0 bcfd pada bulan Mei. Ini karena pemeliharaan musiman di pabrik-pabrik termasuk Golden Pass LNG dan Freeport LNG. Namun demikian, beberapa sentimen positif muncul setelah laporan menunjukkan bahwa tiga kargo LNG AS diperkirakan akan tiba di China pada bulan Juni, pengiriman pertama sejak Februari 2025.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini