Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

 

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari konstituen indeks. Lalu, saham apa saja yang masih menjadi penghuni indeks MSCI?

MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Perubahan hasil review MSCI ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026.

Dalam rebalancing terbaru tersebut, MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes.

Meski demikian, masih banyak saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI.

Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing, khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi.

Berikut sejumlah saham BEI yang masih menjadi anggota MSCI Global Standard Indexes setelah review Mei 2026:

Sektor Perbankan
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Sektor Telekomunikasi dan Teknologi
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Sektor Konsumer dan Ritel
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Sektor Energi dan Komoditas
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Sektor Industri dan Infrastruktur
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Sektor Properti dan Lainnya
- PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Sementara itu, saham yang resmi keluar dari MSCI Global Standard Indexes pada review Mei 2026 yakni:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Khusus saham AMRT, MSCI memindahkannya ke MSCI Small Cap Indexes. 

Daftar saham yang keluar dari MSCI Small Cap Indexes meliputi:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  9. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  10. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  11. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  12. PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG) -
  13. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

Pelaku pasar menilai saham-saham yang tetap bertahan di MSCI berpotensi memperoleh perhatian lebih besar dari investor institusi global karena dinilai memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang memenuhi standar indeks internasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini