Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Cek Rekomendasi Saham Telkom Indonesia (TLKM) Usai Rilis Kinerja 2025

 

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan di sepanjang 2025. Di mana, pendapatan dan laba bersih TLKM turun di tahun lalu, dipengaruhi oleh penyajian ulang dan percepatan depresiasi yang dilakukan Telkom.

Melansir laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (12/5), TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp 145,74 triliun. Ini turun sekitar 2,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 149,96 triliun. 

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom menyusut 20,48% YoY menjadi Rp 17,81 triliun di sepanjang 2025 dari raihan 2024 yang mencapai Rp 22,40 triliun. 

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan kinerja Telkom tahun buku 2025 lebih banyak dipengaruhi faktor non-operasional seperti percepatan depresiasi aset dan penyesuaian klasifikasi aset tertentu. 

“Sehingga dampaknya cenderung bersifat sementara terhadap laba bersih. Dari sisi operasional, bisnis inti Telkom masih relatif solid, terutama data dan broadband,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (12/5/2026). 

Dalam jangka panjang, Sukarno langkah ini justru bisa membuat struktur aset dan efisiensi perseroan lebih sehat. Dia menilai masih ada potensi perbaikan pendapatan untuk sepanjang 2026. 

“Potensi perbaikan top line masih terbuka didorong pertumbuhan data, IndiHome, dan monetisasi bisnis digital meski kemungkinan masih bertahap,” katanya. 

Lebih lanjut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga di Rp 4.000 per saham. Pada akhir perdagangan Selasa (12/5), TLKM parkir di level Rp 2.950 per saham. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini